Lalu terdapat usaha kudeta Syamsu Djalal Ketua Mahkamah Partai yang mengangkat dirinya selaku Ketua Umum pada periode ini. Belum lagi, ada upaya pemakzulan Sekretaris Jenderal melalui Munaslub dan rapat berkali-kali yang gagal.
Andi mengatakan penggeseran pengurus lama di pusat dan daerah, adanya beberapa pengurus baru di partai yang akan menguasai partai dan kepemimpinan yang tidak konsisten adalah sebab dari persoalan yang terjadi.
“Upaya hukum selain lewat Bawaslu pada tahapan pendaftaran ini tidaklah efisien dengan berjalannya tahapan yang saat ini masuk tahapan verifikasi administrasi menuju faktual dan penetapan partai peserta Pemilu 2024 yang dijadwalkan awal Desember 2022,” katanya.
Di sisi lain, Andi menjelaskan ada sejumlah partai yang bisa menampung kader Partai Berkarya yang akan pindah. Mulai dari partai baru seperti Partai Republik Satu, Garuda, PSI, PKN, Buruh, termasuk partai peserta Pemilu 2019 baik yang di parlemen maupun di luar parlemen.
“Komunikasi personal dengan pimpinan parpol tersebut sudah berjalan, tinggal masing-masing personal dan daerah menyesuaikan dan mengkomunikasikan kembali,” katanya.
Andi pun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh kader dan pengurus partai atas kondisi partai selama ini. Ia mempersilahkan mereka untuk mencari partai lain jika ingin berkompetisi di Pemilu 2024.
“Solusi yang ditawarkan untuk ikut Pemilu 2024 adalah bergabung pada partai yang memenuhi syarat untuk ikut pemilu, ada 24 parpol yang sementara berjuang untuk lolos melalui verifikasi administrasi dan faktual bisa menjadi pilihan. Silahkan bergabung ke mereka dan tidak ada paksaan atau intimidasi apa pun,” katanya. (berbagai sumber)