Harga Pertalite Bakal Dinaikkan, Diperkirakan Capai Rp 10 Ribu Per Liter

“Jika ada kenaikan BBM akan membuat inflasi akan semakin tinggi. Bisa mencapai lebih dari 7 persen bila Pertalite dinaikkan,” kata Nailul saat dihubungi hari ini.

Inflasi 7 persen itu, kata dia, bisa terjadj jika kenaikkan BBM subsidi lebih dari 50 persen. Menurutnya, jika BBM bersubsidi naik, semua harga barang akan naik dan transportasi bisa terkerek semakin tinggi.

Namun, jika BBM bersubsidi tidak dinaikkan, beban APBN semakin berat. “Maka memang langkah paling pas adalah menaikkan harga BBM non pertalite. Jadi pertalite masih tetap harganya,” ujarnya

Namun demikian, kata dia, kebijakan tersebut pasti akan diikuti oleh pergeseran konsumsi dari Pertamax ke Pertalite. Karena itu, dia menyebut perlu ada antisipasi dari sisi penerima manfaat subsidi dan stok.

Sementara itu, terkait adanya rencana kenaikan harga Pertalite, Kementerian Perdagangan menyiapkan beberapa upaya.

“Ada program Tol laut, Jembatan Udara, sama Griya Maritim. Kita lebih banyak ke situ sama koordinasi dengan teman-teman Pemda,” kata Plt Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Isy Karim di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, Kamis (18/8/2022), dilansir Detik.com.

Isy Karim akan memprioritaskan program tersebut untuk mengantisipasi kenaikan BBM Pertalite. Kemendag pun disebut akan terus berkoordinasi dengan Bappennas.

“Yang paling utama koordinasi nanti dengan pemain pelaku barang usaha dan pokok, kemudian Pemda dan dengan Bappenas. Koordinasi macam-macam, memang judulnya koordinasi tapi isinya akan banyak yang bisa kita lakukan. Kalau misalnya terjadi kenaikan-kenaikan maka Kemendag akan segera berkoordinasi dengan ini,” sambungnya.

Terkait Tol Laut, Kemendag menyatakan fasilitas ini dapat meringankan biaya transportasi yang selama ini mahal. Kemendag melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebelumnya menggunakan Tol Laut untuk pengiriman bahan kebutuhan pokok, salah satunya minyak goreng.

“Mudah-mudahan dengan kerja sama kita Tol Laut yang diprogram Kemenhub, maka Papua, Maluku, NTT bisa menikmati juga minyak kemasan sederhana dengan harga Rp 14.000/liter,” ucapnya beberapa waktu lalu. (edj/berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi