WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Dengan meningkatnya kasus COVID-19 belakangan ini harus disikapi dengan disiplin tinggi protokol kesehatan. Disamping, terus berupaya melindungi diri salah satunya segera mendapatkan vaksin booster.
Terlebih adanya varian baru COVID-19, yaitu B.A.4 dan B.A.5 yang mendominasi hingga 81% varian COVID-19.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menegaskan, bahwa Presiden Joko Widodo pun telah menegaskan pentingnya memakai masker dimanapun berada terutama saat merayakan Idul Adha, 10 Juli lalu.
“Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa pentingnya tetap menjalankan protokol kesehatan paska divaksin booster. Hal ini semata-mata demi keselamatan kita di tengah kondisi penularan virus meningkat kembali,” Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19, Rabu (13/8/2022) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Secara data dan fakta, menunjukkan bahwa orang yang tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar, maka dapat kembali tertular, walaupun sudah divaksin booster.
Ditemukannya reinfeksi paska divaksin atau disebut breakthrough infection dapat terjadi pada semua orang terutama populasi rentan.
Seperti orang dengan gangguan imunitas, penderita komorbid, dan lansia. Breakthrough infection akan semakin sering terjadi jika jumlah virus meningkat, tidak diimbangi kepatuhan protokol kesehatan yang tinggi.
Terkait vaksin sendiri, pada prinsipnya memiliki 3 manfaat besar. Yaitu mencegah terinfeksi, mencegah perburukan apabila terinfeksi, dan mengurangi jumlah virus di dalam tubuh sehingga tidak mudah menularkan.