Bank Dunia Minta Negara-negara Penghasil Tidak Melarang Ekspor Komoditas, Ini Pertimbangannya

    Baca juga:

    Perlahan-lahan Harga Emas Antam Merangkak, Hari Ini Naik Rp 2 Ribu Keping 1 Gram

    Bahas Angkutan Sawit di Tabalong, Komisi III DPRD Kalsel Akan Panggil Pihak Perusahaan Juli Nanti

    Selain perang Rusia vs Ukraina, penguncian di di China, gangguan rantai pasokan dan risiko stagflasi akan memukul pertumbuhan. Bagi banyak negara, resesi akan sulit dihindari.

    “Pasar melihat ke depan, jadi sangat mendesak untuk mendorong produksi dan menghindari pembatasan perdagangan. Perubahan dalam kebijakan fiskal, moneter, iklim, dan utang diperlukan untuk melawan misalokasi modal dan ketidaksetaraan,” kata Malpass.

    Laporan Bank Dunia tersebut juga menyoroti perlunya tindakan kebijakan global dan nasional yang tegas untuk mencegah konsekuensi terburuk dari perang di Ukraina bagi ekonomi global.

    Bank Dunia mengatakan butuh upaya global untuk membatasi kerugian bagi mereka yang terkena dampak perang, meredam pukulan dari melonjaknya harga minyak dan makanan, mempercepat penghapusan utang, dan untuk memperluas vaksinasi di negara-negara berpenghasilan rendah.

    “Ini juga akan melibatkan respons pasokan yang kuat di tingkat nasional sembari menjaga pasar komoditas global berfungsi dengan baik,” imbuhnya. (*)

    Editor: Erna Djedi

    Baca Juga :   Nilai Tukar Rupiah Kembali Terguncang, Sudah Tembus di Atas 17 Ribu Per 1 Dolar AS

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI