“Awalnya kami rencanakan pemasangan pipa baru akan selesai pada pagi ini pukul 05.00 WITA, namun melihat kondisi lubang galian yang digenangi air, kami tunda sebentar hingga memungkinkan untuk dilanjutkan kembali ,” kata Supian.
Selain itu, pemasangan pipa baru memakan waktu lebih lama dibandingkan penanganan kebocoran yang biasanya cukup dengan cara klam saja. Namun kali ini harus menggali lubang sepanjang 12 meter.
Manajer Transmisi dan Distribusi (TRD) 1 Zulbaldi menyampaikan, bahwa dalam pemasangan pipa terdapat beberapa kendala yang tidak dapat dihindari. Sehingga terhambatnya percepatan penangan.
Pertama, adanya longsor di sis kiri dan kanan galian terbuka. Maka perlu dilakukan penahan longsor, pembersihan puing-puing bekas longsor, kemudian proses pemasangan pipa.
Kendala lainnya, terlambatnya alat berat PDAM tidak bisa bekerja maksimal dikarenakan Jalan Pramuka sangat padat dilalui mobil dan macet akibat hujan.
Zulbaldi menyatakan bahwa pihaknya telah selesai melakukan penggalian lubang pada pukul 03.00 Wita dini hari, namun dikarenakan hujan deras maka terjadilah longsor di sisi galian. Sehingga memperlambat proses pekerjaan.
Pergantian pipa dilakukan karena pipa yang bocor telah memiliki beberapa titik kebocoran sehingga tidak dapat dilakukan klam, untuk menghindari kebocoran kembali di wilayah tersebut, maka PDAM Bandarmasih lakukan pergantian pipa sebagai alternatif terbaik.
Beberapa wilayah yang akan terkena dampaknya ialah Banjarmasin Selatan yaitu Tembikar Kanan, Jalan Gerilya, Jl Basirih, Mantuil, Gunung Meranti, Jl Tatah Bangkal, Kuin Kacil. Banjarmasin Barat diantaranya yaitu Jl Tri Sakti, Jl Banyiur, Jl Teluk Tiram, Jl Sutoyo S.