Viral Pawang Hujan Mandalika Dihujat Netizen, ini Doa Mengalihkan Hujan Dalam Islam Menurut Ustadz Adi Hidayat
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Di Indonesia sekarang sedang viral pawang hujan Mandalika, Rara Istiani Wulandari yang sukses mengalihkan hujan di Sirkuit Mandalika menjadi bahan hujatan netizen.
Mereka menghujat karena aksinya mengalihkan hujan menggunakan sesajen agar perhelatan MotoGP Mandalika aman dari cuaca buruk dinilai tak sesuai dengan ajaran agama.
Menurut mereka aksinya ini sebuah kebodohan dan ketololan serta menunjukkan kesyirikan yang merupakan hal haram dalam agama karena hujan dianggap berkah dari Allah SWT yang seharusnya tak boleh ditolak.

Sebenarnya, pawang hujan sudah menjadi bagian dari tradisi leluhur atau nenek moyang Indonesia yang di upacara-upacara tradisional biasanya kerap digunakan.
Lantas, bagaimanakah Islam menanggapi ritual mengalihkan hujan ini?
Ustadz Adi Hidayat dalam sebuah video ceramahnya yang hari ini, Senin (21/3/2022) viral di media sosial mengatakan sebenarnya boleh saja kita meminta agar hujan dialihkan ke tempat lain.
Ada doa yang harus diucapkan jika hendak mengalihkan hujan agar hujan itu tak menguyuri daerah yang diinginkan, melainkan berpindah ke tempat lain.
Menurut Ustadz Adi Hidayat, doanya ada 2 versi yaitu pendek dan panjang.
Ini doanya yang versi pendek:
"Allahumma hawaa laina wa laa 'alaina."
Artinya: Ya Allah, tolong pindahkan hujan ini yang sedang mengguyuri kami derasnya ke tempat lain.
"Allahumma hawaa laina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakaami wal jibaani wal aajaami wadh dhoroobi wal audiyati wa manaabitish shajali."
Ucapkan doa tersebut 3 kali.
Ujar sang ustadz, dulu pernah terjadi dan kisahnya viral yaitu sekelompok orang berdoa demikian agar hujan dialihkan Allah ke tempat lain.
Ternyata, tak lama benar-benar hujannya berhenti di tempat itu dan matahari muncul.
Berikut ini video ceramahnya:
Ternyata begini cara berdoa
— Lαทջ¡Շ Aώℯℛα★᭄ꦿ᭄ꦿ (@Lelaki_5unyi) March 20, 2022
Meminta Hujan berhenti/dialihkan ketempat lain tanpa Dukun tanpa sesajen || Ustad Adi Hidayat pic.twitter.com/hZVjbx1h64
(brs)
Editor: Yayu Fathilal