WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Dalam rangka memperingati hari kanker sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2022, Rumah Sakit (RS) Siloam Banjarmasin menggelar kegiatan jalan sehat 5K, Sabtu (5/1/2022) pagi.

Selain sebagai peringatan hari kanker sedunia, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian grand opening RS Siloam Banjarmasin yang akan dilaksanakan pada 22 Februari 2022 mendatang.

Kegiatan jalan sehat ini diikuti puluhan orang peserta, terdiri dari para staff RS Siloam dan penyintas atau pejuang kanker baik yang sudah stabil kondisinya maupun yang masih menjalani perawatan.

Direktur RS Siloam Banjarmasin, Ludiwyk mengatakan kegiatan ini merupakan sebagian rangkaian dari kegiatan grand opening RS Siloam Banjarmasin, sekaligus untuk mengenalkan atau menyosialisasikan kepada masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya kota Banjarmasin, terkait dibukanya RS Siloam ini.

Pada kesempatan kali ini, pihaknya ingin mengenalkan layanan unggulan RS Siloam, yaitu layanan Onkologi atau layanan yang berfokus pada deteksi dan penanganan penyakit kanker.

"Jadi pelayanan onkologi ini, kita harapkan bisa memudahkan pasien yang membutuhkan pelayanan ini nantinya," ujar Ludiwyk kepada wartabanjar.com usai menjalani kegiatan tersebut.

Selain kegiatan kegiatan jalan sehat tersebut, masih ada rangkaian kegiatan lainnya, seperti melakukan MCU mini terhadap beberapa karyawan perusahaan di Kota Banjarmasin.

Selanjutnya, Ludiwyk juga menuturkan, ke depannya pihaknya akan membuat sistem layanan satu atap, guna mempermudah para pasien yang ingin menggunakan layanan tersebut.

"Jadi layanan untuk para pasien itu tidak terpisah-pisah dan bisa menjadi layanan yang terpadu di RS Siloam," tuturnya.

"Seperti yang kita lihat di beberapa tempat itu, tidak terpadu dalam satu tim, misalnya seperti RS ini mempunyai dokter bagian ortopedi, sementara untuk penyakit lainnya harus ke RS lainnya dulu," lanjutnya.

Oleh sebab itu, pihaknya membentuk tim ini supaya dapat dalam satu rangkaian dan satu atap, sehingga pasien tidak perlu kesana kemari lagi.

"Sehingga dari sisi waktu, biaya dan tenaga tidak terlalu tinggi dan para pasien pun lebih mudah dilayani," pungkasnya. (qyu)

Editor: Yayu Fathilal