WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Pihak SMPN 1 Banjarmasin menyatakan menghentikan sementara pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pasca ditemukannya belasan siswa terpapar Covid-19 tanpa gejala.
Penghentian PTM ini terlihat sejak Senin (31/01/2022), sejak pagi tidak ada ada siswa yang masuk.
Di sekolah tetap ada aktivitas, namun hanya petugas kebersihan, bagian tata usaha, dan beberapa guru yang memang ada keperluan.
Sehari sebelumnya, Kepala SMPN 1 Banjarmasin, Gusti Khairurrahman, membenarkan bahwa ada seorang siswanya yang terpapar Covid-19.
“Besok (hari ini) seluruh siswa diistirahatkan dulu di rumah. Nantinya dewan guru akan membahas jadwal pembelajaran jarak jauh (PJJ), karena instruksi (PJJ) itu baru disampaikan. Para siswa pun akan kami beritahukan malam ini,” ujarnya kepada media, Minggu (30/1) malam.
Diungkapkan Khairurrahman, diketahuinya ada siswa yang positif Covid-19 pada Sabtu (29/1) sore.
Siswa tersebut, jelas dia, memang sudah beberapa hari tidak masuk sekolah karena sakit.
Setelah beberapa hari kemudian, jelasnya lagi, diektahui siswa ini dirawat di rumah sakit baru.
“Setelah itu baru kami mengetahui siswa bersangkutan terpapar Covid-19,” katanya.
Mengetahui siswa tersebut terpapar Covid-19, menurut Kepsek, kemudian dilakukan tracking berupa tes PCR.
“Berdasarkan hasil tracking, ternyata tidak hanya satu siswa saja yang terpapar, namun mencapai 12 orang,” lanjutnya.
Disebutkan, sebanyak 12 anak lainnya yang terpapar ternyata sebelumnya tanpa bergejala.
“Itu menurut keterangan pihak Puskesmas Teluk Dalam yang melakukan tracking, hasilnya kemudian dilaporkan ke pihak RSUD Sultan Suriansyah,” kata Khairurrahman.

