Situs PSSI Masih Tak Bisa Diakses Sejak Diretas Usai Leg 1 Indonesia Vs Thailand
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Hingga saat ini, Rabu (5/1/2021) pagi, situs resmi milik PSSI belum bisa diakses.
Saat wartabanjar.com mencoba membuka situs dengan akun pssi.org itu, yang muncul adalah refused to connect atau menolak untuk terhubung.
Catatan wartabanjar.com, situs ini diretas beberapa saat setelah Timnas Indonesia dikalahkan Thailand 0-4 pada pertemuan pertama laga Final Piala AFF 2020, 29 Desember 2021.
Kala itu, halaman berita pada laman resmi PSSI menunjukkan wajah Ketum PSSI, Mochamad Iriawan disilang dengan warna merah.
Situs ini sempat bisa diakse pada 30 Desember namun tidak berapa lama kembali tidak bisa diakses hingga kini.
Saat dihack, peretas sempat meninggalkan pesan yang berisi. "Indonesia mainnya bapuk apa karena ketum PSSI masuk kamar ganti pemain? Yok Indonesia bisa yon, masih ada leg 2, semangat!." pesan hacker dalam situs PSSI.
Selain itu hacker juga menyematkan lagu anthem Timnas Indonesia "Garuda di Dadaku" yang dinyanyikan Netral, serta menuliskan Anon7.
Direktur Media (Dirmed) PSSI, Eko Rahmawanto menyebut bahwa pelaku aksi peretasan tersebut tengah diselidiki oleh Badan Siber dan Sandi Negara.
Eko selaku Dirmed PSSI kemudian membeberkan informasi terkini perihal aksi peretasan tersebut.
Eko mengatakan bahwa laman resmi PSSI saat ini sedang diperbaiki. Selain itu, dirinya menambahkan bahwa kejadian tersebut sedang diselidiki oleh BSSN.
“Masih dalam perbaikan dan penyelidikan Badan Siber Negara,” kata Eko ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (2/1/2022).
Eko juga mengaku masih belum mengetahui siapa dalang di balik aksi peretasan tersebut.
Dikatakannya, ia belum mendapat informasi terkait siapa yang bertanggung jawab atas rusaknya salah satu fasilitas Federasi sepak bola Indonesia tersebut.
Aksi peretasan tersebut sendiri merupakan respon terhadap rencana Ketum PSSI yang ingin datang ke ruang ganti pemain jelang partai final leg kedua partai final Piala AFF 2020.
Aksi tersebut juga merupakan bentuk kekecewaan terhadap hasil laga leg pertama.