WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN  – Terjawab sudah kegelisahan suporter Barito Putera, CEO PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman akhirnya melakukan audiensi dengan para Suporter Tim Laskar Antasari itu.

Pertemuan berlangsung di kediamannya, Jalan Kampung Melayu Darat Banjarmasin, Rabu (15/12/2021) malam. Sejak pukul 21.00 Wita para suporter sudah berhadir, pertemuan berlangsung hingga pukul 01.00 Wita itu berlangsung penuh kekeluargaan.

Ketua Umum Barito Mania, Dedy Setiardi saat dihubungi wartabanjar.com mengatakan, pihaknya berterimakasih atas sambutan CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman HB beserta jajaran manajemen.

“Bersyukur, 80 persen tuntutan kami para suporter Barito Putera dipenuhi beliau, selebihnya masih mempertimbangan sembari melihat perkembangan,” katanya, Kamis (16/12/2021).

Disebutkannya diantaranya adalah yang masih dipertahankan seperti pelatih kiper, Ismairi dan pelatih fisik. Keduanya diberi waktu atau kepercayaan untuk memajukan Barito Putera.

Bang Hasnur sapaan akrab Hasnuryadi Sulaiman itu juga tidak mempermasalahkan ada jargon-jargon untuk menyemangati Barito Putera. Sebagai hubungan antar suporter dengan manajemen.

Lanjut Dedy Setiardi, pihaknya kembali bersemangat untuk mendukung kesebelasan kebanggakan orang banua ini untuk terus berprestasi di persepakbolaan Indonesia. Terlebih lagi Bang Hasnur menganggap, suporter adalah salah satu roh Barito Putera.

“Kami semangat lagi, dan menjadi harapan bersama kedepan lebih profesional antara manajemen dengan suporter atau ada semcam regulasi sehingga keberadaan suporter lebih  tertata lagi,” ujar Dedy.

Diwartakan sebelumnya, para suporter menyampaikan tuntutannya dengan mendatangi kantor PT Putera Barito Berbakti di Jalan A Yani Km 27,3 Landasan Ulin Banjarbaru diterima pihak manajemen.

Pertama menuntut pergantian tim pelatih dan manajer, termasuk Djanur Nurdjaman atau Djajang out. Mereka menilai karena gagal memberikan prestasi dan minim taktik. Begitu juga dengan Manager, Mundari Karya.

Ismairi juga diminta hengkang. Para suporter menilai selain karena faktor usia juga tidak mampu mencetak kiper yang berkualitas, kebobolan 26 gol dalam 16 pertandingan.

Pelatih fisik, Victor Tinoco juga diminta out. Gagal membuat fisik pemain untuk kuat bermain 90 menit.