WARTABANJAR.COM – Poster rekrutmen atau lowongan pekerjaan perusahaan eskpedisi JNE tiba-tiba viral.
Munculnya syarat rekrutmen dengan harus beragama Islam memunculkan tagar boikot JNE yang jadi trending Twitter.
Diketahui poster rekrutmen JNE tersebut berada di JNE cabang Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Polres Bartim didampingi pihak Kemenag Kalteng melaksanakan kegiatan Pers Release terkait Rekrutmen Pegawai JNE, Rabu (8/12/2021).
Poster lowongan pekerjaan JNE di Tamiang Layang dianggap memicu keretakan kerukunan umat beragama.
Hal ini dianggap perlu untuk diklarifikasi dengan pers release untuk menciptakan situasi kondusif di Kabupaten Bartim Kegiatan ini dihadiri Kepala Kemenag, JNE, Perwakilan Pabung 10/12 Btk, Ketua Batamad.
Kapolres Barito Timur AKBP Afandi Eka Putra SH,S.I.K , M.Pict mengatakan bahwa masyarakat Barito timur sangat kompak dan toleransi beragamanya kuat.
Kapolres Barito Timur menyimpulkan untuk sepakat menjaga kerukunan umat beragama di kabupaten Barito Timur dan kejadian ini merupakan murni kelalaian oknum pegawai JNE Tamiang Layang.
“Kita sepakat untuk tetap menjaga kerukunan di Kabupaten Barito Timur, Kami sebagai Aparat hukum akan menindak tegas jika ada memenuhi unsur hukum dan kejadian ini hanya kelalaian pihak pegawai JNE,” ucap Kapolres Bartim.
Kepala Kemenag Kabupaten Bartim, Ahmad Janawi berharap kepada pihak JNE dan kepada Masyarakat Barito Timur untuk tetap rukun.
“Kerukunan ini agar tidak terciderai dengan adanya kejadian ini.”