WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Warga terpaksa menutup jembatan ulin di Desa Tanipah, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Ahmad Solhan kepada wartabanjar.com memberikan penjelasan.
“Mengenai jembatan ini, sesuai intruksi Bapak Bupati agar tahun ini segera diperbaiki secara darurat dulu, untuk akses anak-anak sekolah,” katanya, Rabu (10/11/2021).
Dia juga menjelaskan, kemudian untuk tahun depan, dianggarkan kelanjutan penanganannya.
Penanganan darurat tahun ini juga memperhitungkan pertimbangan waktu pelaksanaan karena sudah memasuki akhir tahun.
Diwartakan sebelumnya, Penutupan jembatan itu oleh warga menggunakan cara sederhana, hanya menyekat jalan masuk di ujung jembatan menggunakan tali.
Penutupan itu dilakukan warga, karena menilai kondisi jembatan sudah sangat membahayakan bagi warga yang melintas.
Pasalnya, jembatan tersebut masih dilewati anak-anak yang akan berangkat sekolah. Padahal kondisi jembatan sudah miring akibat tergerus air.
“Bisa membahayakan, karena bisa saja anak-anak jatuh. Sementara air sungai di bawahnya deras cukup deras,” ujar salah seorang warga.
Tidak hanya posisi jembatan yang miring, lantai jembatan yang terbuat dari kayu ulin juga sudah ada yang bolong dan patah.
Saat melintas di jembatan itu, anak-anak berpegangan pada tali sisi yang menjadi penyangga jembatan tersebut.
Menurut warga, sebagian besar yang melintas adalah anak-anak sekolah dasar dan SMP.
“Kasian anak-anak, makanya terpaksa ditutup,” ujar warga.