WARTABANJAR.COM – Wacana untuk memangkas durasi pelaksanaan Piala Dunia (World Cup) dari empat tahun menjadi dua tahun sekali menuai beragam reaksi.
Tidak sedikit yang menolak ide tersebut, dan menilai sebagai sebuah ide yang tak perlu.
Ide untuk menggelar Piala Dunia tiap dua tahun sekali tersebut, dilontarkan Arsene Wenger.
Wenger mengatakan, apa yang ia sampaikan itu dengan kapasitasnya sebagai Kepala Pengembangan Sepakbola Global FIFA.
“Akan tersaji tontonan yang lebih menarik. Di sisi lain, pemain akan menjalani kompeisi lebih simpel karena tanpa kualifikasi,” ujar Wenger memberi alasan atas idenya itu.
Sebagaimana diketahui, selama ini Piala Dunia berlangsung empat tahun sekali.
Pelaksanaan kualifikasi digelar dalam empat periode yakni September hingga Oktober serta Maret.
Ide Wenger ini pun mendapat penolakan, di antaranya datang dari Presiden UEF
Ia tegas-tegas menolak menolak ide tersebut.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin tak sepakat dengan usulan tersebut.
Piala Dunia, kata Caferin, memiliki menjadi bergengsi justru karena digelar jarang-jarang.
Menurut dia, dengan gelaran yang yang jarang itu membuat Piala Dunia selalu ditunggu.
“Punya nilai karena langka. Menggelarnya tiap dua tahun akan justru bisa menurunkan legitimasi dan menipiskan makna Piala Dunia itu sendiri,” ungkapnya dikutip Sky Sports.
“Menurut kami ada tempat untuk segala sesuatunya dan baik tim nasional serta klub memenuhi tempat untuk tuntutan fisik dan komersial itu.”
“Mereka (para pemain) tak perlu melihat musim panas mereka dihabiskan untuk turnamen yang menguras, alih-alih menggunakannya untuk bersantai dan memulihkan diri,” imbuh Ceferin. (berbagai sumber)