Kiai Said Aqil Siroj: “Nafsu Mempersulit Dikabulkannya Doa”

Dasar tawassul kepada ulama Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah itu juga menjelaskan, dasar bertawassul kepada para ulama memang tidak ada nash-nya.

Tetapi harus diyakini, mereka termasuk orang-orang yang diizinkan oleh Allah memberi syafaat. Ini berdasarkan Surat Al-Baqarah ayat 255, “Mandzalladzî yasyfa’u ‘indahû illâ bi idznih”. Artinya, tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.

“Berbeda dengan tawasul kepada Nabi Muhammad saw, nash-nya jelas,” imbuhnya.

Dijelaskan oleh Kiai Said, dalil bertawasul kepada Nabi Muhammad saw adalah Surat An-Nisa ayat 64 yang berbunyi “Walau annahum idz dzalamû angfusahum jâ’ûka fastaghfarullâha wastahgfaralahumurrasûla lawajadullâha tawwâban rahîma.”

Artinya, “Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (*)

Sumber: NU Online
Editor: Erna Djedi