Pelaku Pembunuh Perempuan di Batulicin Tertangkap, Sakit Hati Karena Sering "dimamai" Korban
WARTABANJAR.COM, BATULICIN – Akhirnya Unit Resmob Polres Tanah Bumbu bersama Unit Resmob Polda Kalimantan Selatan berhasil menangkap seorang tersangka pembunuhan di Jalan Transmigrasi Plajau Km 02 Desa Baroqah Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu pada Kamis 26 Agustus 2021 lalu sekitar pukul 18.30 Wita.
Tersangka ditampak pada Sabtu (28/8/2021) dinihari di Gang Veteran RT 07 Desa Barokah Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Tersangka bernama Samsudin Eko Waluyo.
Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Himawan Sutanto Saragih melalui Kasi Humas Polres Tanah Bumbu, AKP I Made Rasa membenarkannya.
Korban bernama Sugiyati kelahiran 30 Januari 1968, warga Jalan Transmigrasi Km 02 Desa Barokah Simpang Empat Tanah Bumbu, sehari-harinya adalah ibu rumah tangga. Lokasi kejadiannya di Warung Sate Ida Jalan Transmigrasi Plajau Km 02 Desa Barokah Simpang Empat Tanah Bumbu.
“Barang bukti yang diamankan diantaranya, satu bilah pisau dapur yang berlumuran darah, satu bilah pisau dengan panjang sekitar 17 sentimeter yang menancap ditubuh korban dan beberapa pakaian korban,” katanya kepada wartabanjar.com, Sabtu (28/8/2021) pagi.
Dia menjelaskan kronologisnya, pada Kamis sore itu. Menurut keterangan dari menantu dan anak korban ingin menjemput korban di rumah korban untuk di ajak ke rumahnya, karena korban sedang sakit. Pada saat anaknya masuk ke rumah korban, ternyata kaget melihat bercak darah setelah diikuti bercak darah tersebut dari ruang depan sampai ke dapurt dekat Wc.
Anak korban pun kaget melihat korban meninggal dunia dengan luka tusuk dibagian dadanya dan berlumur darah. Anak korban ini berteriak memanggil suaminya sehingga korban pun langsung di bawa kerumah sakit.
Atas kejadian tersebut melapor KePolres Tanah Bumbu guna peroses lebih lanjut.
Terpisah, Kanit Resmob Polda Kalsel, AKP Endry Ary Dinindra kepada wartabanjar.com mengatakan, saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan dan bersifat kooperatif.
"Tidak melawan saat ditangkap. Pelaku ini tinggalnya satu rumah juga dengan korban dan ada hubungan keluaga, ponakan," katanya.
Dia menambahkan, korban merasa sakit hati karena sering dimamai (diomelin,red). (has)
Editor : Hasby