Lebih dari 125 Ribu Guru Penentang Kudeta Militer Myanmar Diskors, Orangtua pun Enggan Sekolahkan Anak

    WARTABANJAR.COM, YANGON-Lebih dari 125.000 guru sekolah di Myanmar telah diskors oleh otoritas militer karena bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil untuk menentang kudeta militer, kata seorang pejabat Federasi Guru Myanmar.

    Pemberlakuan skors itu telah terjadi beberapa hari sebelum dimulainya tahun ajaran baru yang diboikot oleh beberapa guru dan orangtua sebagai bagian dari kampanye yang telah melumpuhkan negara itu sejak kudeta mempersingkat satu dekade reformasi demokrasi.

    Sebanyak 125.900 guru sekolah telah diskors hingga Sabtu (22/5/2021), kata pejabat federasi guru tersebut yang menolak menyebutkan namanya karena takut akan adanya pembalasan.

    Dia sudah ada dalam daftar buronan junta militer dengan tuduhan menghasut ketidakpuasan.

    Myanmar memiliki 430.000 guru sekolah menurut data terbaru, dari dua tahun lalu.

    “Ini hanya pernyataan untuk mengancam orang agar kembali bekerja. Jika mereka benar-benar memecat orang sebanyak ini, seluruh sistem akan berhenti,” kata pejabat yang juga seorang guru itu.

    Dia mengatakan dia telah diberitahu bahwa tuduhan yang dia hadapi akan dibatalkan jika dia kembali.

    Reuters tidak dapat menghubungi juru bicara junta militer atau kementerian pendidikan untuk memberikan komentar.

    Surat kabar Global New Light of Myanmar yang dikelola pemerintah meminta para guru dan siswa untuk kembali ke sekolah untuk memulai kembali sistem pendidikan.

    Gangguan di sekolah itu bergaung bahwa di sektor kesehatan dan di seluruh pemerintahan serta bisnis swasta sejak negara Asia Tenggara itu dilanda kekacauan oleh kudeta dan penangkapan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

    Baca Juga :   Bikin Heboh, Jubir Militer Israel Ini Sebut Hamas Tak Bisa Dilenyapkan

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI