WHO mengatakan pihaknya dapat mencapai keputusan tentang vaksin COVID-19 utama China lainnya, yaitu yang dibuat oleh Sinovac Biotech, minggu depan.
Para ahli teknis memeriksanya pada Rabu (5/5/2021).
“Kami telah mulai meninjau laporan dari Sinovac. Kami sebenarnya meminta informasi tambahan kepada pabrikan yang kami harap akan segera terima untuk membuat keputusan,” ujar ketua kelompok penasihat teknis WHO, Arnaud Didierlaurent.
China telah menyebarkan sekitar 65 juta dosis vaksin Sinopharm dan sekitar 260 juta dosis suntikan Sinovac.
Kedua vaksin tersebut telah diekspor ke banyak negara, terutama ke Amerika Latin, Asia dan Afrika yang banyak di antaranya mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan vaksin yang dikembangkan di negara-negara Barat. (ant)
Editor: Yayu Fathilal