Final Piala Menpora: Leg Pertama Persija vs Persib Diprediksi Berakhir Imbang

Fakta lain Persib yang wajib diwaspadai Persija adalah Febri Hariyadi dan kawan-kawan selalu melesakkan gol di setiap pertandingan Piala Menpora. Mereka pun tidak pernah kalah dari lawannya.

Walau begitu, Persib sebenarnya sama timpangnya dengan Persija. Berstatus sebagai tim produktif, Persib memiliki lubang cukup dalam di sektor belakang.

Sepanjang Piala Menpora sampai empat besar, Persib rutin kebobolan di setiap pertandingan. Dari enam laga, mereka kemasukan tujuh gol atau dua kali lipat lebih banyak dibandingkan Persija.

Sepatutnya Robert Alberts mencari solusi atas permasalahan tersebut kalau tidak ingin Persija membuat kiper Persib memungut bola dari gawang.

Namun, Robert sepertinya tidak terlalu khawatir dengan lini belakang skuadnya selama para pemain mampu menghadirkan gol lebih banyak dari rivalnya.

“Sepak bola adalah bagaimana mencetak lebih banyak gol dari tim lawan,” ujar pria berkebangsaan Belanda itu.

Imbang?

Kualitas serangan dan pertahanan kedua tim yang tidak selaras diprediksi akan membuat laga Persija versus Persib akan imbang di leg pertama final.

Akan tetapi, kesempatan untuk mengandaskan lawan selalu terbuka ketika mampu memanfaatkan kelemahan satu sama lain.

Persija mungkin dapat memaksimalkan kesempatan bola-bola mati entah itu tendangan bebas, sepakan sudut atau 12 pas.

Tim Macan Kemayoran terbukti efektif mengukir skor dari skema tersebut. Dari tujuh gol sampai sebelum final, tiga di antaranya diukir melalui metode bola mati tepatnya satu tendangan bebas dan dua sepak pojok.

Pelatih Persija Sudirman tampaknya juga menyadari bahwa, dari total tujuh gol yang bersarang ke gawang Persib sepanjang Piala Menpora, lima di antaranya hasil dari bola mati.

Saat melawan Persebaya di perempat final, misalnya, Persib yang sudah unggul 3-0 hampir saja bisa diimbangi sang lawan setelah kesebelasan ‘Bajul Ijo’ menciptakan dua gol via ‘assist’ tendangan bebas di menit-menit terakhir babak kedua. Untungnya, Persib mampu mempertahankan keunggulan dan menang 3-2.

“Kami sudah berlatih dan mengevaluasi penampilan kami pada pertandingan sebelumnya juga mengevaluasi kelebihan dan kelemahan Persib yang akan kami coba manfaatkan,” tutur Sudirman.

Adapun Persib sepertinya dapat mengeksplorasi sisi sayap untuk membongkar pertahanan Persija.

Sebagai informasi, seluruh gol (tiga gol) yang masuk ke gawang Persija selama Piala Menpora 2021 berawal dari pergerakan pemain sayap.

Persib mempunyai pemain-pemain yang mampu membongkar benteng lawan dari sisi melebar, sebut saja Frets Butuan dan Febri Hariyadi. Serangan Maung Bandung dari sayap akan semakin berbahaya jika Robert Alberts langsung menurunkan duet penyerang Wander Luiz serta Ezra Walian sejak awal laga.

Yang jelas, seluruh pemain Persija dan Persib mesti dalam konsentrasi tinggi jika tidak mau keluar dengan kepala tertunduk usai leg pertama final.

Kalaupun di ujungnya kedua tim imbang, masih ada leg kedua pada 25 April di Stadion Manahan, Solo. Misalkan seri lagi, maka bersiaplah untuk adu penalti, sesuatu yang belum dirasakan Persib selama mengikuti Piala Menpora 2021. (ant)

Editor: Erna Djedi