Kesederhanaan Paman Birin Sang Pengemban Amanah

Masih menurut Marliah, meski Paman Birin seorang Gubernur, dalam keseharian Sahbirin tidak sungkan membaur dengan warga dan turun ke sawah menanam padi bersama petani.

Noordiah salah satu petani dari Desa Sungai Batang menilai Paman Birin termasuk salah satu pemimpin yang gemar bekerja, buktinya Paman Birin bersama para petani menanam bibit padi.

“Beliau termasuk sosok pemimpin yang memiliki semangat tinggi, gemar bekerja dan memberikan teladan untuk selalu berihktiar. Kami sangat termotivasi dengan keteladanan yang dicontohkan, bekerja keras dan bekerja gembira,” kata Noordiah. (10/2018).

Kegiatan seperti ini dinikmati oleh Paman Birin, bisa dibuktikan pada hari yang berbeda (2018). Saat itu setelah peletakan batu pertama pembangunan kantor sekretariat Pondok Pesantren Takhashush Diniyah

Jalan Handil Gayam Desa Kampung Baru Kecamatan Beruntung Baru. Paman Birin kembali ikut gotong royong menebar bibit padi bersama petani Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura.

Begitulah Paman Birin mudah diajak bersama masyarakat bergotong royong dan menikmati kesederhanaan. Gaya sederhana, baju kaos, sarung dililitkan di badan, kopiah hitam. Walau Paman Birin begitu sederhana tapi ada saja orang yang iri dengan kesederhanaannya.

Banyak yang merindukan Paman Birin, dia tidak banyak bicara tapi selalu ada waktu hadir ditengah-tengah warganya.

Ini mengingatkan pemimpin sahabat Nabi, Umar bin Khattab, Khalifah kedua setelah Abu Bakar, selalu berpakaian sederhana baik sebelum dan saat menjadi khalifah. Kesederhanaanya disaksikan Raja Hurmuzan Raja Persia. Walau jabatannya tinggi tapi dia dengan kesederhaannya bisa tidur pulas di beranda masjid berbantalkan mantel yang dipakainya sehari-hari.

Kesederhaaan Umar bin Khattab juga terlihat saat berkunjung bersama ajudannya ke Yerussalem, hingga Uskup Severinus  tidak dapat membedakan antara khalifah Umar dan ajudannya karena kesederhaan pakaian yang dipakainya.

Kesederhanaan Umar bin Khattab ada kemiripian dengan Paman Birin soal kesederhaan, Paman Birin bisa tidur di kursi, bisa juga berbaring di perahu kecil, dan baju kaos yang melepaskan pangkat dan jabatannya, serta aksi langsung turun kerja lapangan yang biasa dilakukan pegawai bawahan. Kesederhanaan perilaku terpuji Paman Birin itu mungkin diwarisi dari kakek-kakenya, salah satunya adalah Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari, salah satu wali banua yang ada di Kalimantan Selatan. (*)

Editor : Hasby