Dia mengatakan, pengiriman gas LPG dari depo Banjarmasin ke Batulicin Kotabar sempat terputus akibat jembatan yang menhubungkan antara Kabuapten Tanah Bumbu Banjarmasin tidak dapat di lewati akibat rusak parah.
Menanggapi penyebab kelangkaan itu, H. Ambo Sakka berharap pihak SPBE dapat berkoordinasi dengan pihak pemerintah sebelum terjadi kelangkaan. Hal itu agar pemerintah juga bisa ikut mensosialisasikan keadaan itu, sehingga masyarakat mengetahui penyebab sebenarnya.
“Saat ini sebagian masyarakat tahunya ada penimbunan dan permainan harga ditingkat pangkalan,” ujarnya.
Dengan kelangkaan saat ini pun kata Ambo Sakka, akhirnya ada pihak yang menyalahkan pemerintah, karena dianggap tidak peduli dengan situasi ini. Padahal pihaknya sudah membahas dalam rapat dengan dinas terkait guna mencari solusi penyebab kelangkaan hingga melakukan sidak hari ini.
Ditambahkan, untuk menyimpulkan hasil dari sidak ini maka akan kembali dibawa ke meja rapat dengan mengundang para pangkalan. Meski yang dibahas tentang kelangkaan LPG namun sejauh ini penghambat dari kelangkaan itu diperkirakan akan berangsur angsur dengan baik.
“Menurut informasi jalan sudah mulai berangsur baik, diharapkan pada tiga hari kedepan bisa normal kembali,” tutup Ambo Sakka.







