WARTABANJAR.COM – Pemain sepak bola Indonesia, Bagus Kahfi akhirnya berlabuh di Jong FC Utrecht. Dirinya pun menyatakan tidak sabar untuk menjadi bagian dari sebuah klub besar di Belanda.

“Sangat bersemangat dan senang mengumumkan bahwa saya telah menandatangani kontrak dengan @(1:10). Klub besar dengan ambisi besar dan saya benar-benar tidak sabar untuk menjadi bagian dari itu,” tulis Bagus Kahfi di akun instagramnya.

Top skor piala Soeratin U15 pada 2017 lalu itu juga memposting dirinya berpose di stadiun dengan membentangkan bendara merah putih.  Sehari sebelumnya, Bagus Kahfi memposting mengenakan jersey FC Utrecht, disertai ucapan selamat datang dari beberapa pemain Utrecht.

Kembali Pria kelahiran Januari 2002 itu membagi-bagikan kaos bertandatangan dirinya. Bagus Kahfi menyediakan give away dengan syarat mengajak warganet like postingan di akun instagramnya, kemudian taging fc_utrecht dan tag teman #fcutrecht#utrecht#win#bagus#kahfi. 

Mengenakan kemeja batik, sambil berselfi dan tangan kirinya menunjukan kaos Bagus Kahfi bertandatangan dirinya. Postingan itu di akun instagram @baguskahfiii, Sabtu (6/2/2021).

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh KRIBO (@baguskahfiii)

Bagus Kahfi memperkuat tim nasinal U-19, pernah berlaga untuk klub sepak bola Barito Putera. Pada pertengahan Desember sudah berpamitan dengan manajemen Laskar Antasari itu, bertemu dengan Hasnuryadi Sulaiman.

Sempat terjadi kesalahpahaman antara Bagus Kahfi dengan manajemen Barito Putera. Pesepak bola nasional, Bagus Kahfi, menjadi sorotan terutama bagi warga Kalimantan Selatan.

Pasalnya, skuad Barito Putera ini baru saja mengunggah sebuah ucapan permintaan maaf kepada manajemen Barito Putera dan masyarakat Kalimantan Selatan.

Permintaan maaf pemain bola berambut kribo itupun menarik perhatian, karena di situ menyebutkan adanya kesalahpahaman.

Usut punya usut, ternyata unggahan permintaan maaf Bagus Kahfi itu bermula dari unggahan sebelumnya di instagram miliknya sekitar empat hari yang lalu.

“Karena hal yang saya tidak mengerti, mimpi saya harus terhenti. Janji, janji , janji. Sayang kali ini tidak berarti.”

Berita Sebelumnya Komandan Korem 101/Antasari Ucapkan Terimakasih Kepada Jenderal TNI Andika Perkasa, Lepas KRI ADRI-L Usai Laksanakan Tugas Kemanusian
Berita Selanjutnya Jamaah Masjid Al Ikhlas Simpang Gusti Banjarmasin Salurkan Bantuan di Sungai Lulut