Wisata Baru Geopark Meratus di Tahura Sultan Adam Rampung Desember 2021, Pemprov Kalsel Gelontorkan 900 Juta

WARTABANJAR.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bakal mengembangkan Geopark Meratus untuk masuk sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

Dilansir Kemenparekraf, secara konsep geopark adalah kawasan yang memiliki unsur geologi terkemuka, di mana masyarakat setempat juga berperan serta melindungi warisan alam tersebut.

UNESCO sendiri memberikan penghargaan khusus bagi beberapa geopark terbaik di seluruh dunia dengan gelar UNESCO Global Geoparks (UGG).

Apresiasi tinggi ini sangat wajar diberikan mengingat geopark merupakan lokasi strategis untuk pariwisata. Terlebih berwisata ke geopark memberikan banyak manfaat mulai dari wisata edukasi, alam, hingga budaya dalam satu destinasi wisata.

Pengembangan geopark sama halnya dengan mengembangkan aspek ilmu pengetahuan di Indonesia. Pasalnya geopark sering kali menjadi lokasi untuk penelitian geologi hingga flora dan fauna.

Sejauh ini ada beragam geopark di Indonesia yang telah dinobatkan sebagai UNESCO Global Geoparks.

Di Kalsel Geopark akan dibangun .elalui Bidang  Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel.

Saat ini proses memasuki pembangunan geosite galeri (Gedung Galeri) Geopark Meratus di area Wisata Tahura Sultan Adam.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Agung Dewanto mengatakan, pembangunan geosite ini sebagai pusat informasi mengenai geopak meratus dengan total anggaran Rp 900 juta.

“Jadi kita akan bangun berupa gedung pusat informasi geopark, dan juga ada tempat audio visual untuk muter film studio,” kata Agung, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, tahun ini pihaknya membangun cuma satu geosite berupa gedung Galeri di kawasaran Tahura Sultan Adam, Mandiangin.

Nantinya gedung ini difungsikan sebagai pusat informasi geolagi, seperti museum khusus bebatuan geopak ribuan tahun.

“Jadi tahun ini kita bangun satu titik di Tahura Sultan Adam. Untuk tahun berikutnya di 4 titik lainnya didaerah, Banjarbaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Kotabaru,” ujarnya.

Baca Juga :   Golkar Kalsel Optimistis Paman Birin Gubernur Dua Periode

Terkait progres pembangunan masih dalam pengerjaan dipastikan selesai akhir Desember 2021.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalsel, Nurul Fajar Desira mengatakan, secara materi Geopark Meratus memang sudah layak menjadi UGG.

“Salah satu modalnya, Meratus merupakan cerita tentang hamparan ofiolit tertua di Indonesia yang terbentuk sudah 150 juta hingga 200 juta tahun,” ujarnya.

Selain itu di Geopark Meratus juga terdapat jenis batuan langka di dunia. Namanya, Plagiogranite. “Jenis batuan ini hanya ada tiga di dunia. Di Yunani, Prancis dan Indonesia,” katanya.

Menurutnya, Plagiogranite di Geopark Meratus terdapat di Geosite Gunung Batu Besar di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Untuk bisa mengusulkan Geopark Meratus jadi UGG, geosite yang unik dan langka ini akan dibenahi tahun ini,” jelasnya.

Di samping pembenahan, dia menuturkan, Pemprov Kalsel juga perlu membina masyarakat setempat agar bisa menjelaskan histori batuan yang ada di Geopark Meratus. Sebab, hal itu menjadi salah satu syarat menjadi Geopark Internasional.

“Masyarakat harus bisa menjelaskan bagaimana batuan di sana terbentuk, Kenapa jenis batunya langka dan lain-lain,” tuturnya.

Jika semua syarat sudah dipenuhi, Fajar menyatakan, Pemprov Kalsel menargetkan Geopark Meratus sudah bisa diusulkan jadi Geopark Internasional pada akhir 2021.

“Tujuan besar dari rencana ini ialah melindungi meratus dan memberikan manfaat ekonomi di masyarakat sekitar,” pungkasnya. (aqu)

Editor Restu

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI