Sydney Cabut Lockdown, Pemerintah Australia Bersiap Hidup Berdampingan dengan COVID-19

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Pemerintah Australia telah menyiapkan diri hidup berdampingan dengan virus corona atau COVID-19.

Hal ini seiring dengan telah dicabutnya penguncian (lockdown) di Sydney.

Restoran hingga pusat kebugaran pun kini telah dibuka.

Beberapa tempat umum lainnya pun telah dibuka untuk umum sejak Senin (11/10/2021) pukul 00.00 waktu setempat.

Sebelumnya, Australia telah menjalani penguncian selama berbulan-bulan karena tingginya kasus infeksi COVID-19 di sana.

Menteri Utama Negara Bagian New South Wales, Dominic Perrottet dalam sebuah pidato resminya mengatakan kita tak bisa memilih hendak tinggal dimana dan pandemi COVID-19 ini adalah masa-masa menantang terberat bagi rakyat New South Wales, Australia.

“Tapi New South Wales tak pernah menghindari tantangan. Kita akan bangkit. Selama berbulan-bulan kita telah berjuang dengan baik, dibantu perawatan kesehatan dan fondasi ekonomi serta keuangan kita yang kuat sehingga rakyat bisa tetap bekerja dan berbisnis,” ucapnya.

Dia menekankan di hari-hari ke depan, akan ada lagi tantangan-tantangan lainnya.

“Selalu ada cahaya di ujung terowongan, berkat cara seluruh orang di sini kita merespons,” lanjutnya dilansir dari Associated Press, Senin (11/10/2021).

Katanya, pihaknya ingin New South Wales bangkit, lebih kuat, lebih aman dan lebih sukses ke depannya agar bisa kembali ke kebebasan dan kenyamanan hidup yang selama ini dicintai.

Sementara itu, dalam rangka menyambut hidup berdampingan dengan virus corona, pemerintah Australia menetapkan beberapa protokol kesehatan yang harus tetap dipatuhi.

Di antaranya adalah bagi warga yang telah divaksin boleh berkumpul maksimal 10 orang, acara pernikahan dan pemakaman hanya boleh dihadiri oleh 100 orang.

Baca Juga :   Malaysia Umumkan "Total Lockdown" pada 1-14 Juni 2021

Sementara bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 harus tetap berada di rumah hingga Desember nanti. (brs/berbagai sumber)

Baca Juga :   15 Staf KBRI Termasuk Dubes Mulai Tinggalkan Negara Kim Jong Un, Ini Penyebabnya

Editor: Yayu Fathilal

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI