Berikut Penjelasan Kantor Imigrasi Batulicin, Status Dua WNA Asal Cina Diduga Terlibat PETI

WARTABANJAR.COM, BATULICIN – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin melalui Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian melakukan koordinasi dan pengecekan terkait adanya informasi di Media tentang adanya penangkapan WNA yang diduga melakukan kegiatan penambangan ilegal di Kabupaten Tanah Bumbu.

Dua WNA itu diamankan bersama tiga WNI di Desa Mangkalapi Kecamatan Teluk Kepayang Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Info didapat, dua warga negara asing itu Lin Shoqun (35) berkewarganegaraan Cina sebagai Manager Operasional, Lin Zhangshou (55) sebagai pengawas tambang.

“Pada tanggal 23 November 2021 kemarin, Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin melakukan pengawasan lapangan dengan mendatangi Polres Tanah Bumbu. Tim melakukan konfirmasi dan meminta keterangan terkait penangkapan 2 (dia) orang WNA Berkewarganegaraan Cina,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin, I Gusti Bagus M Ibrahiem, Rabu (24/11/2021).

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Krimsus Mining Polres Tanah Bumbu bahwa pada pukul 20.30 Wita pada Senin (22/11/2021) di Desa Mangkalapi Kecamatan Teluk Kepayang telah terjadi penangkapan terhadap tiga orang WNI dan dua orang WNA yang diduga melakukan penambangan di luar Konsesi tambangnya.

Dua orang WNA warga negara Cina, saat ini berada di Polres Tanah Bumbu dan sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan data SIMKIM, kedua Orang Asing tersebut terdaftar sebagai pemegang ITAS Bekerja dengan Indeks C312 yang bekerja pada PT Sarabakawa. Berdasarkan hasil konfirmasi dengan pihak PT Sarabakawa bahwa kedua orang asing tersebut benar merupakan Tenaga Kerja Asing di PT Sarabakawa.

“Berdasaarkan hasil konfirmasi dengan PT Sarabakawa, bahwa pada hari kejadian, orang asing tersebut sedang berada di area tambang PT Sarabakawa namun tidak melakukan aktifitas penambangan seperti yang diberitakan oleh media,” jelas I Gusti Bagus M Ibrahiem.

Baca Juga :   Pengunjung Obyek Wisata di Hulu Sungai Selatan Wajib Tunjukan Surat Keterangan Bebas Covid-19

Dia juga menjelaskan,  bahwa PT 86 adalah Kontraktor dari PT Sarabakawa yang meliputi segala kegiatan penambangan. Pada saat kejadian orang asing tersebut hanya memantau pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai PT 86.

“Dua WNA berdasarkan keterangan dari PT Sarabakawa, bahwa keduanya tidak melakukan kegiatan penambangan sama sekali ketika dilakukan penangkapan oleh Polres Tanah Bumbu,” tambahnya.

I Gusti Bagus M Ibrahiem juga menambahkan, penangkapan dua orang WNA Berkewarganegaraan Cina oleh Polres Tanah Bumbu yang terjadi di Desa Mangkalapi Kecamatan Teluk Kepayang pada (22/11/2021) pukul 20.30 Wita merupakan TKA dari PT Sarabakawa yang terdaftar sebagai pemegang ITAS dengan Indeks C312, dan sampai dengan saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Tanah Bumbu.

Humas Kanim Kelas II TPI Batulicin : Pemeriksaan dua WNA asal Cina yang diduga terlibat PETI

Diwartakan sebelumnya, Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Himawan Sutanto Saragih melalui Kasi Humas Polres Tanah Bumbu, AKP H Made Rasa membenarkannya.

“Masih gelar perkara tunggu sebentar selesai segera akan dikasih tahu sekaligus pelakunya,” pungkas H Made Rasa. (has)

Editor : Hasby

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI