Pencarian Korban Longsor di Batu Bini HSS Sempat Terkendala Hujan, Pagi Ini Kembali dilanjutkan

WARTABANJAR.COM, BATU BINI – Proses pencarian korban longsor di Batu Bini Kecamatan Padang Batung Hulu Sungai Selatan pagi ini kembali dilanjutkan, Jumat (14/5/2021). Proses pencarian sempat terkendala karena terjadi hujan pada Kamis (13/5/2021).

Saat proses pencarian korban longsor bernama Suyatno atau Yatno itu. Kapolsek Padang Batung, Ipda Firdaus Tarigan SH meminta bagi relawan yang turut membantu proses pencarian agar mengenakan pakaian seragam organisasinya. Dirinya juga meminta agar relawan tidak memvideo atau memoto hal-hal yang ditemukan di lapangan.

“Polsek Padang Batung, Basarnas, Koramil Padang Batung serta Camat Padang Batung menghimbau untuk adik-adik relawan kalau mau ikut bergabung membantu dalam misi kemanusiaan ini, diwajibkan memakai seragam. Dimohon jangan mengupload ke media sosial atau status WA tentang hal-hal yang ditemukan dilapangan,” kata Ipda Firdaus Tarigan SH.

Istimewa : Kapolsek Padang Batung, Ipda Firdaus Tarigan (SH)

Terjadi insiden musibah tanah longsor batu gunung mengakibatkan buruh angkut tertimbun longsoran batu gunung di Desa Batu Bini Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Musibah itu terjadi pada Selasa, 11 Mei 2021 sekitar pukul 12.48 Wita di lokasi tambang manual batu gunung di Dusun Pagat Batu Desa Batu Bini Rt 02 Rk I Kecamatan Padang Batung Kabupaten HSS.

Insiden musibah tanah longsor batu gunung mengakibatkan Buruh angkut tertimbun longsoran batu gunung yang merupakan lokasi penambangan Galian C.

Adapun saksi saksi yang mengetahui kejadian tersebut lanjut Kapolsek antara lain bernama Culan (35)  pekerjaan operator PC, alamat Dusun Mandapai Desa Batu Bini Kecamatan Padang Batung. Hidayatullah (25) pekerjaan sopir, warga Dusun Tayub Desa Madang Kecamatan Padang Batung.

Baca Juga :   Duh, Desa Terpencil di Alabio HSU Masih Dikepung Banjir

Korban di lokasi tambang batu yang selamat adalah Hidayatullah (25) merupakan warga Desa Tayub sebagai  sopir truk, Ramli (40) warga Desa Mandapai merupakan buruh batu, Erik (30).

Baca Juga :   Duh, Desa Terpencil di Alabio HSU Masih Dikepung Banjir

Belum ditemukan, yakni buruh batu, Yatno (60), sementara dua rekannya Midi (50) dan Ipul (17) sudah ditemkan dan yang meninggal dunia adalah Harja (20). Culan (35) merupakan operator PC dan dibawa ke rumahnya di Desa Mandapai.

“Berdasarkan keterangan para saksi, kejadian berawal saat para korban sedang melakukan aktifitas menaikkan batu putih secara manual ke dalam mobil dump truck warna kuning jenis Mitsubishi PS 100, namun saat itu kondisi sedang terjadi hujan secara tiba-tiba terjadi longsor dari salah satu dinding batu gunung,” jelas Ipda Firdaus Tarigan SH.

Longsor mengenai korban yang melakukan aktifitas memuat batu tersebut. Akibat kejadian tersebut, ada empat buruh angkut tertimbun longsoran batu gunung. Mengetahui hal tersebut saksi-saksi langsung meninggalkan lokasi dan meminta bantuan kepada masyarakat. (has)

Editor : Hasby

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Baca Juga :   Penetapan Bupati Kotabaru Terpilih, KPU Tunggu Sidang MK

spot_img

TERBARU HARI INI