Nabi Adam Iri dengan Umat Rasulullah, Memiliki Keistimewaan Berikut

Oleh Ustadz Muhammad Rijal Fathoni, S.Pd.I

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Umat Nabi Muhammad diberikan banyak keistimewaan oleh Allah SWT dibandingkan umat-umat lainnya.

Derajat keistimewaan Umat Nabi Muhammad SAW ini tidak lain merupakan pancaran kemuliaan Nur Rasulullah SAW, yang melebihi Nabi-nabi dan Rasul-rasul terdahulu.

Maka bersyukurlah menjadi umat Nab Muhammad SAW,  karena keistimewaan di sisi Allah SWT banyak Nabi dan Rasul mengidolakan umat, seperti umat Rasulullah SAW atau Nabi Muhammad SAW, bahkan sampai ada beberapa Nabi yang merasa iri dengan keistimewaan yang diberikan oleh umat Rasulullah SAW, diantaranya adalah Nabi Adam AS.

Seperti yang pernah dijelaskan oleh Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya Nashohihul Ibad. Ada empat hal yang membuat Nabi Adam AS iri dengan Umat Nabi Muhammad SAW.

Dikisahkan bahwa Nabi Adam AS berkata:

“Sesungguhnya Allah SWT memberikan empat kemuliaan kepada Umat Nabi Muhammad SAW, yang mana dia tidak memberikannya kepadaku.”

Berikut empat hal yang membuat Nabi Adam iri kepada Umat Nabi Muhammad SAW, diantaranya:

1. Taubat mereka diterima di semua tempat

Nabi Adam AS berkata:

“Taubatku hanya diterima ketika di kota Makkah, sedangkan Umat Nabi Muhammad SAW. bertaubat dimanapun tempatnya lalu Allah SWT menerima taubat mereka.”

Setelah Nabi Adam AS dan Hawa bermaksiat dengan memakan buah khuldi di surga.

Allah SWT telah menghukum dan memenjarakan keduanya ke dalam dunia, namun keduanya tiada henti menangis, menyesal, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Barulah ketika keduanya berada di kota Mekkah, Allah SWT mengampuni dosa Nabi Adam AS dan Hawa. Hal tersebut sangat berbeda dengan umat Rasulullah SAW.

Allah SWT menjadikan dimana pun tempatnya dan kapanpun waktunya untuk bertaubat dari dosa-dosa seberapa dosa seorang hamba, jika dia mau bertaubat dan menyesali kesalahannya, maka rahmat dan ampunan dari Allah SWT lebih luas daripada murka-Nya, sehingga taubatnya pasti akan diterima.

Baca Juga :   Terobos Banjir, Tommy Kaganangan Serahkan Bantuan kepada Para Korban Terdampak

2. Mereka diberi pakaian oleh Allah, meskipun bermaksiat.

Nabi Adam AS berkata:

“Sesungguhnya aku mengenakan pakaian ketika aku bermaksiat. Maka Allah SWT menjadikanku telanjang, sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat dalam keadaan telanjang, namun Dia memberikan pakaian kepada mereka.”

Setelah Nabi Adam AS dan Hawa bermaksiat kepada Allah SWT dengan memakan buah khuldi. Allah SWT pun melepas semua pakaian mewah yang indah dari surga.

Sedangkan umat Nabi Muhammad SAW yang senantiasa bermaksiat dengan melakukan perbuatan maksiat, namun Allah SWT tetap memberikan mereka pakaian di dunia, bahkan mampu membeli dan mengenakan pakaian baru yang lebih bagus.

3. Mereka bermaksiat tidak Allah pisahkan mereka dengan orang yang dicintainya.

“Ketika aku bermaksiat, maka Allah SWT memisahkan antara aku dan istriku, sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat kepada Allah SWT dan Dia tidak memisahkan antara mereka dan istri-istri mereka.”

Dikisahkan ketika Nabi Adam AS dan Hawa diusir dari surga setelah melakukan perbuatan maksiat, keduanya pun dipisahkan antara pojok bumi dengan pojok bumi lainnya. Namun, umat Nabi Muhammad SAW tetap mampu berkumpul bersama istri, anak-anak dan keluarga setelah melakukan dosa besar.

4. Dimasukkan surga tatkala bertaubat

“Sesungguhnya aku telah bermaksiat di dalam surga lalu Allah SWT mengusirku dari surga. Sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat kepada Allah SWT di luar surga, lalu Dia memasukkan mereka ke dalam surga tatkala mereka bertaubat.”

Jika dahulu, Nabi Adam dan Hawa diusir dari surga dan diturunkan ke dunia setelah bermaksiat. Namun hal tersebut berbeda dengan yang umat Nabi Muhammad SAW, seberapa besar dan berat dosa seorang hamba di dunia, jika ia mau bertobat dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT akan membalasnya dengan surga.

Baca Juga :   Brigjen TNI Firmansyah Ucapkan Terima Kasih kepada Letkol Arm Dedy Soehartono

Itulah keempat hal yang membuat Nabi Adam AS iri dengan umat Nabi Muhammad SAW, hendaknya hal tersebut dapat diambil pelajaran bahwa begitu mulainya Umat Nabi Muhammad SAW.

Bahkan Nabi Musa AS. pernah munajat, pernah berdoa, dan pernah meminta :

“Yaa Allah lepaslah pangkat hamba sebagai Nabi, gantikan sebagai Umat Nabi Muhammad SAW “

Semoga pembahasan ini bermanfaat serta dapat menambah wawasan bagi kamu. Wallahu’alam. (*)

Editor : Hasby

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI