Kronologis Bripka Randy Ditangkap Pasca sang Pacar Seorang Mahasiswi Bunuh Diri


WARTABANJAR.COM, MOJOKERTO
– Polri melalui Polda Jatim bergerak cepat terkait kasus bunuh diri seorang mahasiswi berinisial NWR di area makam Dusun Sugihan, Desa Capak, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto.

Polri telah menahan dan sedang memproses oknum polisi berpangkat Bripda berinisial RB yang diduga dengan sengaja menyuruh NWR untuk melakukan aborsi sebanyak 2 kali.

“Jika terbukti bersalah, maka oknum tersebut akan ditindak tegas secara internal oleh Polri dan juga pidana umum,” ujar ungkap Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Sabtu (4/12) dilansir Divisi Humas Mabes Polri.

Dengan kerja cepat mengumpulkan bukti-bukti yang ada, banyak tim yang jalan alhamdulillah hari ini kita bisa merilis terkait apa yang sebenarnya terjadi.

Sehingga pada malam hari ini kita bisa mendapatkan seorang yang inisialnya RB yang profesinya adalah polisi yang mana saat ini bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten.
Divisi Humas Polri

“Kita mendapatkan adanya suatu hasil bahwa korban sudah berkenalan sejak Oktober tahun 2019, yang mana saat itu menonton acara launching distro baju yang ada di Malang,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, mereka bertukar nomor handphone, kemudian setelah itu mereka resmi berpacaran.

Setelah resmi berpacaran mereka melakukan suatu perbuatan seperti layaknya suami istri dan berlangsung sejak tahun 2020 sampai 2021,” ungkap Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Sabtu (4/12).

Polri juga telah menemukan bukti bahwa korban selama berpacaran dengan oknum RB terhitung sejak Oktober 2019 sampai dengan Desember 2021 sudah melakukan tindakan aborsi bersama dilaksanakan pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

“Untuk itu perbuatan melanggar hukum ini secara internal kita akan mengenakan terkait dengan ketentuan yang sudah mengatur di kepolisian yaitu Perkap Nomor 14 tahun 2011 yaitu tentang Kode Etik, kita akan menjerat Pasal 7 dan Pasal 11, itu secara internal. Secara pidana umum kita juga akan menjerat Pasal 348 Juncto 55 KUHP,” tegas Wakapolda Jatim.

Baca Juga :   Zakat Bisa Cepatkan Pemulihan Ekonomi dan Turunkan Tingkat Kemiskinan

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan, pihaknya membentuk tim khusus bersama Polres Mojokerto Kabupaten untuk mengungkapkan kasus bunuh diri Novia Widyasari Rahayu (23).

“Iya benar, kami sudah membentuk tim dari Ditreskrimum Polda Jatim dengan Polres Mojokerto Kabupaten untuk menindaklanjuti kasus ini,” terang Kabid Humas Polda Jatim, Sabtu (4/12/21).

Dikonfirmasi dugaan korban Depresi akibat diperkosa sama pacar Novia Widyasari Rahayu, berinisial R yang merupakan anggota polisi di Pasuruan, Kabid Humas Polda Jatim menjawab, itu perlu pendalaman khusus.

“Kejadian bunuh dirinya dengan informasi yang ada harus dibuktikan dulu kebenarannya. Karena masih belum ditemukan kaitannya. Tapi yang bersangkutan juga dilakukan pemeriksaan sama Propam. Untuk dicek dan diklarifikasi dugaan itu,” tutur Kabid Humas Polda Jatim.

Di kesempatan yang sama ia menceritakan kronologi kejadian itu, awalnya Polres Mojokerto Kabupaten mendapatkan informasi ada seorang wanita meninggal dunia di dekat makam pada 2 Desember kemarin.

“Kemudian didatangi dan dicek identitasnya ternyata korban bernama Novia. Selanjutnya kita hendak melakukan otopsi namum orangtua korban tidak mengizinkan,” pungkas Kabid Humas Polda Jatim. (edj)

Editor: Erna Djedi

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI