Kejari Kota Banjarmasin Ungkap Fakta Baru Pungli HKN

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin kembali memeriksa sejumlah orang, terkait dugaan kasus pungutan liar (pungli) yang berkedok iuran pada Hari Kesehatan Nasional (HKN), yang menyeret Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Selasa (23/11/2021).

Pantauan di lapangan, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin, Subhan Nur Yaomil dan Plt Kepala Inspektorat Pemkot Banjarmasin, Taufik Rifani dimintai keterangan hari ini.

Kepala Kejari Banjarmasin, Tjakra Suyana Eka Putra melalui Kasi Intelijen, Ahmad Budi Mukhlish mengatakan Kejari meminta keterangan dari beberapa pihak terkait.

“Intinya untuk memperkuat apakah ada peristiwa tindak pidana pada kejadian ini,” ujar Budi, kepada awak media, usai dilakukannya penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan hari ini, fakta baru terungkap. Rupanya pelaksanaan kegiatan HKN itu sudah teranggarkan di Bakeuda Kota Banjarmasin dengan dana APBD.

“Jumlahnya pun lumayan besar, ratusan juta juga,” beber Budi.

Dari anggaran itu, kata Mukhlis, notabenenya sudah terinci biaya untuk apa saja. Seperti menggelar lomba hingga pembuatan kaos.

“Dengan anggaran yang ada, mestinya tidak perlu lagi sumbangan,” katanya.

Pejabat negara seharusnya dilarang melakukan kegiatan jika anggaran tidak tersedia. Apalagi jika hendak melakukan pungutan, wajib dilandasi dengan peraturan daerah (perda).

“Tidak bisa sembarang pungut,” katanya.

Sementara itu, fakta lainnya yang terungkap, uang iuran itu masuk ke dalam rekening pribadi salah satu ASN.

“Itu juga masih kita juga dalami,” Pungkasnya.

Pada hari yang sama Kejari menerima beberapa dokumen lain, termasuk beberapa lembar kaos sebagai bukti. (Qyu)

Editor Restu

Baca Juga :   Dina Qomariah Sampaikan Program IJTI Kalsel dihadapan Wali Kota Banjarbaru

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI