Kejaksaan Negeri Banjarmasin Ungkap Fakta Terbaru Dugaan Pungli Hari Kesehatan Nasional ke 57, Proposal Iuran HKN Diubah 4 Kali

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Sempat meramaikan pemberitaan dan media sosial, dugaan pungutan liar (Pungli) yang berkedok iuran pada saat Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 yang menyeret Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, mulai menjalani penyelidikan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjarmasin.

Setelah sebelumnya surat panggilan dari Kejari Kota Banjarmasin telah dilayangkan ke pemerintah kota Banjarmasin, pada Kamis (18/11/21) yang lalu, beberapa orang yang terlibat dalam dugaan kasus pungli berkedok iuran tersebut, mulai memenuhi panggilan tersebut, Senin (22/11/21).

Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Tjakra Suyana Eka Putra melalui Kepala Seksi Intelijen, Ahmad Budi Mukhlis mengatakan untuk hari ini pihaknya telah melakukan BAP, sesuai dengan surat panggilan.

“Intinya untuk memperjelas mengenai adanya dugaan tindak pidana korupsi, kemudian modusnya seperti apa, nilainya berapa dan digunakan untuk apa saja,” ujar Kasi Intel kepada awak media.

Kasi Intel juga mengungkapkan, saat penyelidikan pihaknya menemukan Surat Keputusan (SK) sudah diubah sebanyak 2 kali dan proposal diubah 4 kali.

“Hal ini akan menjadi penilaian bagi penyelidik, karena dengan nomor yang sama namun komposisi yang berbeda, isi yang juga berbeda, dan juga tanda tangan yang berbeda. Selain itu juga beberapa kuitansi dan beberapa print out rekening juga akan diperiksa,” ungkap Budi.

“Yang terakhir diubah itu tadi malam. Jadi untuk saat ini, yang kami pegang itu ada 4 buah proposal dan 2 buah SK yang sudah berubah-ubah,” tambahnya

Selain temuan tersebut, pihak kejaksaan juga turut mengamankan barang bukti berupa cek pembayaran dan juga sisa baju yang digunakan saat perayaan HKN.

“Dari 1400 baju, tersisa 24 baju yang saat ini kita amankan,” ucap Budi.

24 baju Hari Kesehatan Nasional ke 57 Banjarmasin yang diamankan Kejaksaan Negeri Banjarmasin sebagai barang bukti dugaan pungutan liar. Foto: wartabanjar.com/Iqnatius

Dari hasil temuan tersebut, akan menjadi masukan bagi para penyelidik untuk menggali apakah ada faktor usaha untuk mengaburkan atau menghilangkan barang bukti.

Baca Juga :   Identitas Pria yang Ditemukan Tergeletak Tak Bergerak di Halaman Gedung Wanita

Sementara untuk berapa jumlah dana yang terkumpul, Kasi intel masih belum bisa membeberkan hal tersebut, namun kalau melihat dari proposalnya, dananya yang diperlukan adalah sebesar Rp 553 juta.

“Yang pastinya, dana yang terkumpul itu ratusan juta,” beber Budi.

Uang ratusan juta tersebut terkumpul dari beberapa pihak yang diminta untuk melakukan iuran atau sumbangan.

“Dari apotek, ASN, bahkan dari Hotel juga ada,” kata Budi.

Terlepas dari itu, pihak kejaksaan masih optimis untuk menindaklanjuti kasus dugaan pungli tersebut.

“Karena ini masih banyak yang belum diperiksa,” pungkas Budi. (qyu)

Editor: Yayu Fathilal

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI