IW dan MF Merupakan Saksi dalam Pembunuhan Gang Serumpun Pelambuan

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Pelaku pembunuhan yang menewaskan Ahmad Muzakir (22) kini sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Banjarmasin Barat.

Diwartakan sebelumnya, dua orang pelaku dengan inisial IW dan MF, berhasil diamankan di rumahnya di kawasan Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, pada Senin (11/10/2021) dini hari.

Upaya penangkapan kedua pelaku tersebut, dilakukan oleh tim Reskrim Polsek Banjarmasin Barat di back up Jatanras Polresta Banjarmasin, Timsus Polresta Banjarmasin, dan Resmob.

Usai gelar perkara di Mapolsek Banjarmasin Barat oleh Kapolsek, AKP Faizal Rahman, ternyata dua orang yang terduga pelaku kasus pembunuhan di Gang Serumpun Pelambuan itu bukanlah pelakunya.

Dua orang tersebut adalah IW dan MF, yang ternyata bukanlah pelaku, melainkan seorang saksi kunci dalam mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Gang Serumpun Pelambuan Banjarmasin Barat.

“Mereka kami amankan hanya untuk dimintai keterangan sebagai saksi, jadi mereka bukanlah pelakunya,” tutur Kapolsek, Senin (18/10/21).

Peristiwa yang menewaskan Ahmad Muzakir (22) warga Jalan Soetoyo S Gang Serumpun Pelambuan RT 48 Banjarmasin itu terjadi sekitar pukul 03.00 Wita pada Kamis (7/10/2021) lalu.

Kapolsek Banjarmasin Barat, AKP Faizal Rahman saat gelar perkara penganiayaan hingga tewasnya Ahmad Muzakir itu di Mapolsek Banjarmasin Barat, Senin (18/10/2021). Terungkap, ternyata setelah sekitar 30 menit istri pelaku diganggu korban, kemudian pelaku bersama dua temannya mendatangi korban dan menganiayanya hingga meninggal dunia.

Kapolsek juga mengungkapkan motif peristiwa naas tersebut, kalau salah satu tersangka sakit hati terhadap korban.

“Salah satu tersangka sakit hati, karena korban mengganggu istri dari salah satu tersangka, dengan cara menghalangi jalan ketika istri dari salah satu korban tersebut ingin lewat di gang tersebut,” beber Kapolsek.

Baca Juga :   Ada Kerusakan Pipa PDAM di Jalan Ahmad Yani Km 1 Banjarmasin, Kini Air Leding Sudah Mengalir

Pada malam kejadian, korban dalam kondisi dalam pengaruh alkohol.

Tidak terima dengan perlakuan korban, maka istri salah seorang pelaku pun melapor hal tersebut kepada suaminya. Mendengar hal tersebut, maka suami sekaligus pelaku pun merasa geram dan ia pun meminta bantuan dengan temannya untuk mendatangi si korban.

“Untuk pelaku ada tiga orang,” ujar Kapolsek.

Para tersangka bernama Andri Aprilianto alias Aan (19), Erfan Erlangga (22), Hidayatullah (26). Atas perbuatannya, ketiga pelaku tersebut diganjar pasal 338 jo 170 ayat (2) KUHPidana tentang penganiayaan hingga merenggut nyawa seseorang dan maksimal 15 tahun penjara. (qyu)

Editor : Hasby

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI