Global Fund Tak Lagi Salurkan Dananya, Kegiatan Koalisi Peduli HIV/AIDS di Banjarmasin Terancam

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Koalisi Peduli HIV/AIDS Kalimantan Selatan yang tergabung dalam komunitas dan organisasi meminta bantuan kepada pemerintah, agar dapat membantu memberikan pendanaan dan CSR untuk biaya operasional para pegiat peduli HIV/AIDS.

Selama ini, Koalisi Peduli HIV/AIDS ini bergerak dengan anggaran yang diberikan oleh Global Fund atau donatur dari luar negeri. Sedangkan pada 2023 mendatang, Global Fund tidak lagi menyokong dana ke Koalisi Peduli HIV/AIDS di Indonesia.

Diungkapkan Koordinator Koalisi Peduli HIV/AID M Alwi saat  audiensi dengan sejumlah SKPD pemerintah daerah Kota Banjarmasin, Senin (18/10/21) kemarin.

Lebih lanjut M Alwi mengatakan, Global Fund tidak lagi menyalaurkan dana, karena pihak Global Fund menganggap atau mengkategorikan negara Indonesia sebagai negara maju atau negara midle income.

“Sehingga kalau dananya terputus, maka akan sangat berdampak terhadap seluruh kegiatan Koalisi Peduli HIV/AIDS, yang mana selama ini untuk dikawasan kota Banjarmasin dan sekitarnya pihaknya sudah membantu kurang lebih sekitar seribu orang yang terpapar HIV/AIDS,” kata Alwi.

Lanjutnya, kemungkinan terburuknya, seluruh kegiatan pendampingan terhadap penyintas HIV/AIDS akan terhenti.

Pihaknya berharap Pemko Banjarmasin bisa turut membantu dalam  mendampingi para penyintas HIV/AIDS.

“Kami berharap pihak Pemko bisa membantu, terutama dalam hal pendanaannya. Karena apa bila kegiatan ini terhenti, akan mengganggu kesehatan para penyintas, bahkan juga dapat lebih memperluas lagi penyebaran HIV/AIDS,” tuturnya.

Baca Juga :   Sanksi Pidana Cukup Berat Menanti Bagi Penyebar Hoax

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI