BREAKING NEWS: Pembunuh Muzakir di Gang Serumpun Pelambuan Ditangkap, Pelaku Dua Orang

WARTABABJAR.COM, BANJARMASIN – Setelah beberapa hari sempat dilakukannya penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku pembunuhan, yang menewaskan Ahmad Muzakir (22), pada kamis (7/10/21) yang lalu, akhirnya ditangkap.

Dari informasi yang dihimpun, dua orang pelaku dengan inisial IW dan MF, berhasil diamankan di rumahnya di kawasan Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, pada Senin (11/10/2021) dini hari.

Upaya penangkapan kedua pelaku tersebut, dilakukan oleh tim Reskrim Polsek Banjarmasin Barat di back up Jatanras Polresta Banjarmasin, Timsus Polresta Banjarmasin, dan Resmob.

“Ya untuk saat ini kedua pelaku sudah kita tangkap,” ujar sumber wartabanjar.com.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Banjarmasin Barat, AKP Faizal Rahman, masih belum bisa memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

“Kami baru selesai giat, nanti dikabari,” ujar Kapolsek, saat dikonfirmasi wartabanjar.com, senin (11/10/21) siang.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, Ahmad Muzakir merupakan warga setempat, yang tewas setelah mendapat empat buah luka tusukan di tubuhnya, di Jl. Setoyo S, Gg. Serumpun, Rt. 57, Kel. Pelambuan, Kec. Banjarmasin Barat, Kamis (7/10/21) dini hari yang lalu.

Polisi sendiri awalnya sempat kesulitan karena minimnya informasi dan saksi maupun keterangan lainnya.

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, korban bernama Ahmad Muzakir (22), warga Gg. Serumpun, Rt. 48, Kel. Pelambuan, Kec. Banjarmasin Barat.

Menurut penuturan Aan (49), pemilik rumah tempat kejadian mengatakan, saat itu dirinya sedang tidur, lalu terbangun mendengar suara seperti barang jatuh.

“Sekitar jam 2 subuh, saya terbangun setelah mendengar seperti suara bruuuk, dari luar rumah, namun saya tidak langsung bangun, karena pinggang saya lagi sakit,” ujar pria yang berprofesi sebagai pedagang, saat diwawancara wartabanjar.com, Kamis (7/10/21) sore.

Baca Juga :   Siap Gelar Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Banjar, Bupati Ingatkan Terapkan Protokol Kesehatan

“Lalu setelah agak mendingan sakitnya, saya coba keluar rumah untuk memeriksa suara tersebut. Pas saya sudah diluar, saya melihat kursi-kursi didepan rumah sudah berhamburan dan juga ada darah yang berceceran di jalan, namun tidak ada orangnya disitu,” tambah Aan.

Baca Juga :   80 Ton Oksigen Tiba di Kalsel, Siap dibagikan ke Rumah Sakit

Setelah itu, Aan pun merapikan kembali kursi-kursi yang terhambur tersebut dan juga membersikan ceceran daerah teraebut.

Sementara itu, Yusran (50) warga yang sempat menolong korban, yang tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan, saat itu saya sedang tidur, setelah kurang lebih sekitar jam 2 subuh lewat, ada yang mengetok rumah saya.

“Kebetulan anak saya masih belum tidur saat itu, jadi dia yang mendengar ketokan tersebut, namun karena tidak berani membuka pintu, ia pun membangunkan saya,” ucapnya.

“Setelah saya bangun, saya pun coba memeriksa melalui celah gorden, lalu saya melihat ada orang sudah terkapar dihalaman depan pintu rumah saya, dengan kondisi sudah berdarah-darah,” lanjutnya.

Yusran juga mengatakan, saat ia menemukan korban saat itu, korban masih bernapas.

“Korban saat itu masih bernapas, namun tidak bisa berbicara lagi,” katanya.

Melihat hal tersebut, lantas Yusran langsung meminta bantuan kepada warga setempat dan juga kepada penjaga yang sedang bertugas di pos TNI di depan.

Setelah itu, ia pun langsung memanggil pihak keluarganya, yang kebetulan ia kenal dengan si korban.

Tidak lama kemudian, saudara korban pun datang dan langsung membawa korban ke Rumah Sakit TPT, yang tidak jauh dari situ. (qyu)

Editor: Erna Djedi

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI