Berulang Kali Langgar Lalulintas Maka SIM Anda Bisa Dicabut, Ini Penjelasannya

Oleh Nadhiv Audah SH

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Bagi pengendara atau pengemudi kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor saat mengendara di jalan raya tentu diwajibkan memiliki dan membawa Surat izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan.

Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 77 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Fungsi SIM bagi pengemudi kendaraan bermotor sebagai bukti kompetensi mengemudi seseorang bahwa dia memang telah memiliki pengetahuan baik dalam hal mengemudi kendaraan bermotor maupun aturan-aturan dalam mengemudikan kendaraan bermotor tersebut.

Apabila pengemudi tersebut tidak memiliki atau membawa SIM saat terkena tilang atau ada razia oleh petugas, maka pengemudi tersebut dapat dikenakan sanksi berupa denda atau sanksi pidana sebagaimana dijelaskan dibeberapa Pasal dalam UU LLAJ.

Dalam hal ini UU LLAJ membedakan antara pengemudi yang tidak memiliki SIM dan tidak membawa SIM saat ada razia atau terkena tilang. Bagi yang tidak memiliki SIM diatur dalam pasal 281 UU LLAJ menyebutkan Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

Sedangkan yang tidak membawa SIM atau tidak bisa menunjukkan SIM saat terkena Razia disebutkan dalam Pasal 288 ayat (2) yaitu “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Baca Juga :   Beredar Kabar Pelantikan Gubernur dan Wakil Pada 12 Agustus, Begini Penjelasan Biro Pemerintahan

Bagi pengemudi yang tidak membawa SIM terkadang petugas memberikan toleransi untuk mengambil SIM milik pengemudi apabila lokasi rumah dari pengemudi tidak terlalu jauh dari tempat terkena tilang atau razia.

SIM sering diambil oleh petugas sebagai barang bukti telah melakukan pelanggaran. Untuk dapat mengambil kembali SIM pengemudi tersebut maka harus menunggu hasil sidang pengadilan sesuai pelanggaran pengemudi tersebut. Setelah pelanggar atau pengemudi memenuhi kewajiban putusan pengadilan maka SIM dapat dikembalikan kepada pengemudi.

Namun perlu diketahui petugas juga dapat mencabut SIM sementara bagi pengemudi yang berulang kali melanggar lalu lintas walaupun belum diputus oleh pengadilan bahwa pengemudi tersebut bersalah, hal ini sebagaimana disebutkan dalam Pasal 89 ayat (2) Undang- undang LLAJ yang menyebutkan Kepolisian Negara Republik Indonesia berwenang untuk menahan sementara atau mencabut Surat Izin Mengemudi sementara sebelum diputus oleh pengadilan. (*)

Editor : Hasby

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI