Berikut Arti Angka 232, Amalan KH Muhammad Bakhiet

Oleh Ustadz Muhammad Rijal Fathoni, S.Pd.I

WARTABANJAR.COM – Diantara Asmaul Husna (Nama-nama Allah yang baik) itu ada yang bernama Al Kabier, yang artinya Allah Maha Besar atau yang memiliki kebesaran.

di dalam kitab suci Al Qur’an ayat 30 Allah berfirman :

” Wa annallah huwal ‘aliyyul kabier “

yang artinya : ” Dan sesungguhnya Allah, dialah yang maha tinggi lagi maha besar”

Bagi mereka yang beriman dengan nama Allah Al Kabier maka mereka memandang bahwa selain Allah itu semuanya kecil.

Mendengar Nama Allah Al Kabier bagi Jamaah Majelis Ta’lim Nurul Muhibbin dan para pecinta KH Muhammad Bakhiet AM, tentu sangatlah tidak asing. Karena nama Allah Al Kabier identik dengan angka 232.

Mengenai angka 232 sangatlah erat hubungannya dengan Majelis Ta’lim Nurul Muhibbin yang di asuh oleh KH. Muhammad Bakhiet AM.

Angka 232 ini sering digunakan oleh para jamaah Majelis Ta’lim Nurul Muhibbin dan para pecinta Guru Bakhiet (Sapaan akrab bagi para pecinta) baik sebagai Plat nomer mobil, motor, ujung nomer telepon, kadang mengaitkan angka 232 diujung nama akun pribadi di sosmed, ada pula pada tokonya, bahkan ada yang menjadikan angka 232 sebagai mahar dalam pernikahan.

Yang mana hal demikian menunjukan kecintaan kepada Majelis Ta’lim Nurul Muhibbin dan Guru Bakhiet, seolah bangga menjadi bagian murid, jamaah, dan pecinta Majelis Ta’lim Nurul Muhibbin.

Angka 232 bukan sekedar angka yang unik, namun dibalik angka itu ada arti.

Diceritakan bahwa tiap-tiap huruf hijaiyah itu memiliki nilai, berkata sebagian ulama ahli hikmah : “Barangsiapa yang berzikir Yaa Kabier sebilangan hurufnya (Kaf : 20, Ba : 2, Ya : 10, dan Ra : 200, maka jumlah keseluruhannya 232), dibaca tiap selepas sholat lima waktu, maka Insya Allah dibukakan baginya pintu ilmu, ma’rifat, rezeki baik  dzohir maupun batin, dan diterima oleh Allah dan manusia.

Baca Juga :   Mulai 6 Mei, Polresta Banjarmasin Berlakukan Jam Malam
Baca Juga :   Kepada Warga Desa Hati'if Teluk Kepayang, Muh Rusli Sampaikan Hal Berikut

dan KH Muhammad Bakhiet menambahkan, amalan zikir ini akan nampak khasiatnya tergantung dari himmah kesungguhan kita dalam mengamalkanya, semakin besar himmah kita, maka semakin cepat khasiat itu terasa.

Hal demikian Penulis kutip dari Pengajian di Majelis Ta’lim Bustanul Muhibbin. (*)

Editor : Hasby

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERBARU HARI INI