WARTABANJAR.COM – Sebuah kuburan supercar senilai lebih dari 400 juta dolar AS atau sekitar Rp6.687 triliun kini terbaring sunyi di dasar Samudra Atlantik. Kisah ini bukan fiksi, melainkan tragedi nyata yang hingga kini masih membekas di dunia otomotif.
Pada 16 Februari 2022, kapal kargo Felicity Ace tengah berlayar menuju Amerika Serikat membawa ribuan mobil mewah baru. Namun, perjalanan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika kebakaran hebat melanda kapal. Api berasal dari dalam dek muatan dan dengan cepat tak terkendali.

Diduga kuat, baterai lithium-ion dari kendaraan listrik (EV) yang berada di dalam kapal menjadi pemicu sekaligus “bahan bakar” kebakaran, membuat api mustahil dipadamkan. Seluruh awak kapal akhirnya dievakuasi, meninggalkan Felicity Ace terbakar di tengah laut selama hampir dua pekan.

Di dalam kapal tersebut tersimpan harta otomotif bernilai fantastis, di antaranya:
1.100 unit Porsche, termasuk 911 GT3 langka
189 unit Lamborghini
1.100 unit Audi
Sebuah armada Bentley
Pada 1 Maret 2022, Felicity Ace akhirnya miring, berguling, lalu tenggelam ke dasar Atlantik. Bersamanya, seluruh mobil mewah itu ikut lenyap, menciptakan apa yang kini disebut sebagai koleksi mobil mewah bawah laut terbesar dalam sejarah.
Mobil-mobil tersebut hingga kini masih berada ribuan meter di bawah permukaan laut. Tak pernah dikendarai, tak pernah sampai ke dealer, dan perlahan menyatu dengan dasar samudra—menjadi saksi bisu dari ambisi, kekayaan, dan tragedi.
Satu api.
Satu kapal.
Ratusan mobil impian hilang selamanya.

