WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Surat terbuka ini kami sampaikan dengan penuh harap kepada Gubernur Kalimantan Selatan dan Bupati Banjar.
Pesan ini mewakili jeritan warga Komplek Antasari Perdana Dua, Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Seperti dikutip dari akun @kabarbanuakalsel, warga mengatakan, sejak pertama kali kami bermukim pada tahun 2015 hingga hari ini, kondisi jalan di lingkungan kami tidak pernah mendapat perbaikan yang layak. Baik pihak pengembang maupun pemerintah setempat seolah saling lepas tangan. Hingga kini, jalan rusak dan rendah masih menjadi masalah utama yang tak kunjung terselesaikan.
Setiap musim hujan tiba, banjir selalu datang tanpa ampun. Jalan lingkungan berubah menjadi sungai. Yang paling memprihatinkan, anak-anak kami harus berangkat ke sekolah menggunakan perahu buatan seadanya. Mereka berangkat dengan pakaian basah, menghadapi risiko keselamatan yang sangat membahayakan.
Kondisi ini bukan hanya menyulitkan, tetapi juga mengancam masa depan anak-anak kami. Sudah bertahun-tahun kami bertahan dalam keadaan seperti ini, namun belum ada solusi nyata yang kami rasakan.
Melalui surat terbuka ini, kami memohon dengan sangat kepada Bapak Gubernur Kalimantan Selatan dan Bapak Bupati Banjar agar berkenan memperhatikan nasib warga kami. Kami hanya meminta satu hal sederhana namun krusial, yaitu peninggian dan perbaikan jalan agar tidak lagi menjadi langganan banjir setiap tahun.
Besar harapan kami, suara kecil dari warga ini dapat didengar dan segera ditindaklanjuti. Kasihan anak-anak kami, jangan biarkan mereka terus mempertaruhkan keselamatan hanya demi menuntut ilmu.

