WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Usai mencuatnya dugaan keracunan siswa setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), dapur MBG di Desa Tungkaran, Kabupaten Banjar, kini menjadi sorotan publik.
Isu semakin panas setelah muncul kabar bahwa dapur MBG tersebut disebut-sebut milik salah seorang anggota DPRD Kabupaten Banjar.
Namun, kabar itu langsung dibantah oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora. Dalam keterangannya kepada wartabanjar.com, Irwan menegaskan bahwa dapur MBG di Desa Tungkaran bukan miliknya, melainkan dikelola oleh sebuah yayasan yang diketuai oleh H. Saukani.
BACA JUGA:Keracunan MBG, Satgas MBG Banjar Siap Tinjau Sekolah
“Dapur MBG di Tungkaran bukan punya saya. Itu dikelola oleh yayasan. Saya memang punya dapur MBG, tapi lokasinya di Sungai Ulin, bukan di Tungkaran,” ujar Irwan Bora.
Tercatat di E-LHKPN, Kekayaan Irwan Bora Capai Rp 2,3 Miliar
Berdasarkan penelusuran wartabanjar.com melalui laman resmi e-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), Irwan Bora melaporkan total kekayaan senilai Rp 2.389.643.053 pada laporan periodik tahun 2024, yang disampaikan pada 20 Maret 2025.
Dalam laporan tersebut, politisi dari Partai Gerindra ini memiliki total tanah dan bangunan senilai Rp 1.945.000.000, tersebar di tiga bidang di wilayah Kabupaten Banjar.
Selain itu, Irwan juga tercatat memiliki:







