PENGENDARA KAGET! Disambut Burung Sakral Bagi Suku Dayak di Jalan Banjarbaru-Batulicin, Paruh Mirip Tanduk Sapi

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU Perjalanan seorang pengendara di Jalan Alternatif Banjarbaru – Batulicin mendadak jadi momen langka sekaligus berkesan. Seekor Burung Enggang (rangkong) yang dikenal sakral oleh masyarakat Dayak tiba-tiba terbang melintas di atas jalan raya, Senin (15/9/2025).

Burung berukuran besar dengan paruh khas menyerupai tanduk sapi itu sontak membuat pengendara beruntung bisa menyaksikan dari dekat. Dalam budaya Dayak, Enggang adalah simbol keagungan, kesetiaan, sekaligus lambang Panglima Burung yang sangat dihormati.

Fakta Unik Burung Enggang yang Bikin Takjub

Paruh Besar & Balung Ikonik
Enggang punya paruh raksasa dengan balung di atasnya, jadi ciri khas tak tergantikan.

Tubuh Jumbo
Ukurannya bisa dua kali lipat ayam kampung, membuatnya terlihat gagah saat terbang.

Suara Lantang
Suara parau khasnya bisa terdengar jelas dari kejauhan.

Pola Warna Eksotis
Hitam, cokelat tua, berpadu garis putih atau kuning di tubuh dan ekor, membuatnya makin menawan.

Penjaga Hutan Tropis Kalimantan

Selain sakral, burung enggang juga punya peran vital bagi ekosistem. Ia dikenal sebagai penyebar biji alami yang membantu regenerasi hutan tropis. Tak heran, burung ini dijuluki “penjaga hutan” karena keberadaannya ikut menjaga keseimbangan alam.

Makna Budaya Bagi Suku Dayak

Bagi masyarakat Dayak, Enggang bukan sekadar burung, tapi simbol kebesaran, konsistensi, kesabaran, dan kesetiaan. Hampir seluruh bagian tubuhnya punya filosofi hidup yang dijadikan pedoman. Melihatnya secara langsung di alam liar dipercaya sebagai tanda keberuntungan.

Baca Juga :   Air Leding di Haruyan HST Besok Pagi Bakal Dimatikan Sementara

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca