PB Ikasi Bidik Olimpiade, Anggar Indonesia Butuh Peta Jalan Baru

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Jejak terakhir anggar Indonesia di Olimpiade tercatat di London 2012 saat Diah Permatasari tampil. Namun setelah itu, cabang ini absen di tiga edisi Olimpiade hingga Paris 2024, memunculkan kekhawatiran hilangnya tradisi.

Padahal, atlet Indonesia sempat mewarnai Olimpiade sejak 1960 hingga 1992. Minimnya pembinaan membuat anggar meredup, meski perunggu SEA Games Kamboja 2023 dan lima medali ASEAN Championship 2024 menunjukkan tanda kebangkitan.

Ketua Umum PB Ikasi Amir Yanto menilai Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Bali adalah momen penting. “Tidak realistis menargetkan medali sekarang, tapi atmosfer persaingan Asia memberi pengalaman besar untuk fencer muda,” jelas Amir.

Kemenpora menilai penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Asia bisa menjadi batu loncatan. “Event ini bisa memperkuat fondasi pembinaan dan menjadi jalan menuju Olimpiade,” pernyataan resmi disampaikan awal Juli.

Masyarakat menantikan peta jalan yang jelas agar cabang anggar kembali bersinar. Target jangka panjang: mengembalikan wakil Merah Putih ke pentas Olimpiade. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar

Baca Juga :   Benzema Tolak Main untuk Al Ittihad, Gusar karena Tawaran Kontrak Aneh

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca