WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan literasi sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan stakeholder meeting yang digelar di Kantor Dispersip Tabalong, Kelurahan Pembataan, Kamis (29/10/2026). 

Kegiatan ini melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan layanan perpustakaan.

Baca juga: Skor Hasil Barito Putera vs Persis Solo 2-1 : Gol Renan Alves Lagi, Murilo Lagi

Video: Lima Rumah Kayu Dilalap Api, Harta Benda Tak Terselamatkan

Kepala Dispersip Tabalong, Norhayati, mengatakan, perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, pengembangan keterampilan, serta pemberdayaan masyarakat.

"Melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan dan akses informasi untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, hingga kesejahteraan," tutur Norhayati.

Untuk mendukung program tersebut, lanjutnya, Dispersip Tabalong mendorong kerja sama dengan sejumlah perangkat daerah, yakni Bapperida, Diskominfopers, Dinas Tenaga Kerja, DKUPP, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Norhayati optimistis, kolaborasi antar lembaga dapat memperluas dampak program perpustakaan sekaligus meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat di Kabupaten Tabalong.

“Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kolaborasi, kami optimistis dapat meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat, memperluas kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Tabalong yang cerdas, produktif, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkas Norhayati.(wartabanjar.com)