WARTABANJAR.COM, PARINGIN - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemarau panjang di Kabupaten Balangan mulai berimbas pada sektor pariwisata. 

Angka kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata alam di Kabupaten Balangan dilaporkan mengalami penurunan drastis.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan per 19 Oktober 2026, luasan lahan terdampak karhutla di wilayah ini telah mencapai 394,055 hektare. 

Cuaca ekstrem dan kondisi lahan yang mengering memicu penurunan minat kunjungan secara signifikan.

Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata Disporapar Balangan, M Sigit Kondang Wibowo, menyebutkan tingkat kunjungan wisata saat ini merosot tajam di kisaran 50 hingga 80 persen.

“Pengunjung sangat menurun, salah satu yang paling terdampak adalah wisata Air Terjun Tayak yang airnya benar-benar mengering akibat kemarau," ungkap Sigit, Selasa (27/10/2026).

Menurunnya minat kunjung ini ,dibarengi dengan langkah antisipasi dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di tingkat desa. 

Baca Juga: Akses Penghubung Tungkap-Muara Pitap Balangan Segera Rampung, Warga Bakal Nikmati Infrastruktur Baru

Baca Juga: Koni Balangan Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Organisasi Keolahragaan

Pengelola wisata Riam Paka memilih menutup sementara lokasi wisata mereka dari aktivitas pengunjung.

Langkah penutupan ini diambil murni sebagai inisiatif warga untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan di kawasan penyangga wisata. 

Mengingat, kawasan tersebut rentan terbakar jika ada kelalaian dari pengunjung.

"Alasannya karena kemarau, kondisi air terjunnya kering. Mereka menutup itu karena takut jika ada orang yang masuk lalu membuang puntung rokok sembarangan, malah bisa memicu kebakaran. Jadi ditutup sama sekali," beber Sigit. (Wartabanjar.com/*)