3.646 Hektare Sawah Puso akibat Kekeringan, Petani Tanah Laut Beralih Jadi Penambang Emas
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Musim kemarau panjang dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) menembus 100 hari mengakibatkan ribuan hektare lahan sawah di Kabupaten Tanah Laut mengering.
Sejumlah petani pun beralih mata pencaharian menjadi penambang emas sambil menunggu datangnya musim tanam.
Fenomena beralih pekerjaan ini terekam langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Laut saat melakukan pendataan.
Kepala BPS Kabupaten Tanah Laut, Siswo Widjanarko, membeberkan dinamika sosial ekonomi yang dialami petani akibat lahan garapannya belum bisa ditanami karena ketiadaan pasokan air.
"Dari fenomena yang bisa ditangkap saat sensus kemarin, banyak petani yang sementara ini beralih pada penambangan emas. Apalagi saat sawahnya belum bisa tanam karena kekeringan," ungkap Siswo saat dikonfirmasi WartaBanjar.com, Kamis (22/10/2026).
Baca juga: Seratus Hektare Lebih Kebun Karet di Tabalong Terbakar, DKPPP Bentuk Kelompok Tani Peduli Api
Baca juga: Atasi Kekeringan, Pemdes Ranggang Distribusikan Bantuan Air Bersih Swadaya Secara Bergilir
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tanah Laut Ir M Faried Widyatmoko membenarkan kekeringan membuat masa tanam beberapa kawasan tertunda.
"Berdasarkan data Laporan Kerusakan Tanaman Pangan akibat Dampak Perubahan Iklim (DPI) Kekeringan per pertengahan September 2026, luasan sawah yang mengalami gagal panen (puso) akibat kekeringan mencapai 3.646,75 hektare, dengan wilayah puso terbesar berada di Kecamatan Bumi Makmur 1.230 hektare, Kurau 1.019 hektare dan Bati-Bati 905 hektare," terang Faried.
Dia pun menyatakan jajarannya terus bergerak cepat menyiapkan mitigasi pengairan serta menjamin akumulasi total produksi padi daerah tetap berada dalam taraf aman.
"Meskipun menghadapi tantangan kekeringan ekstrem, secara umum produksi padi Tanah Laut masih terjaga aman. Dari total luas tanam 50.333 hektera, luasan yang berhasil dipanen mencapai 41.893 hektare dengan rata-rata produktivitas 42,05 kwintal per hektare dan total produksi mencapai 176.616 ton," ujar Faried. (Wartabanjar.com)