Novita Jalani Perawatan Luka Bakar, 47 Orang Utan di Pusat Rehabilitasi Palangka Raya Batuk
WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Perban membalut kaki kirinya, sementara di kaki kanannya tampak luka memerah, Kamis (8/10/2026).
Novita masih menjalani perawatan intensif di Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOSF Nyaru Menteng Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah setelah ditemukan dalam kondisi terluka akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Novita ditemukan terjebak di lokasi kebakaran pada 25-26 September 2026 di daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.
Baca juga: Hujan Deras Guyur Pontianak Sekitar Satu Jam, Sejumlah Permukiman Tergenang
Baca juga: Mendagri Janjikan Jalan ke Krayan Kaltara Selesai 2027, Proyeksikan Anggaran Rp32 Triliun
Orang utan berusia sekitar empat tahun dengan berat 17 kilogram itu luka bakar serius pada kaki dan tangan.
Koordinator Dokter Hewan Klinik BOSF Nyaru Menteng, Agus Fahroni, mengatakan Novita dalam penanganan tim medis bersama orangutan lainnya yang terdampak kabut asap.
“Setiap orangutan kita pada saat ini mendapatkan penanganan pertama, pemberian fluid terapi setiap hari,” kata Agus, Kamis.
Hewan khas Kalimantan yang dilindungi ini juga memberikan vitamin dan madu untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
Petugas medis juga memberikan obat herbal berupa sirup yang dibuat dari bawang bombay untuk orangutan yang terdampak kabut asap dan karhutla.
Dari total 224 orang utan yang dirawat di Nyaru Menteng, 47 orang menunjukkan gejala klinis gangguan pernapasan.
Gejala seperti yang dialami manusia, mulai dari gangguan pada saluran pernapasan hingga batuk dan bersin.
Sedang Novita berbeda karena selain berada di tengah paparan asap, ia menderita luka bakar setelah diduga sempat turun ke tanah hutan yang terbakar.
Novita kemudian kembali naik ke pohon dan membuat sarang untuk bertahan. (Wartabanjar.com)