Profil Muhammad Syahrial, Kisah Panjang Politisi Cempaka Menuju Kursi Ketua DPRD Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kursi kepemimpinan DPRD Banjarbaru sudah berganti. Di hari pertama bulan Juli 2026, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera menyerahkan jabatan yang telah diembannya selama dua tahun kepada Muhammad Syahrial.
Perjalanan Muhammad Syahrial menuju kursi Ketua DPRD Kota Banjarbaru bukanlah kisah yang datang dalam semalam.
Di balik pelantikan, tersimpan perjalanan panjang seorang mantan aparatur sipil negara (ASN) yang memilih meninggalkan zona nyaman demi mengabdi melalui jalur politik.
Pria kelahiran Banjarmasin 44 tahun lalu itu mengawali karier sebagai ASN di Biro Umum Pemprov Kalsel.
Sekira 15 tahun, ia mengabdikan diri sebagai birokrat sebelum mengambil keputusan besar pada 2023: mengundurkan diri dari status ASN untuk terjun ke dunia politik, yang menurut sebagian orang adalah dunia yang kejam.
Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam hidup sosok yang akrab disapa Haji Iyal ini.
Berbekal pengalaman di pemerintahan dan kedekatannya dengan masyarakat, ia maju sebagai calon legislatif dari Partai Golkar pada Pemilu 2024 di Daerah Pemilihan Banjarbaru 2, Kecamatan Cempaka.
Kepercayaan masyarakat pun mengalir deras. Haji Iyal berhasil meraih 5.264 suara, menjadikannya caleg dengan perolehan suara terbanyak pada Pemilu 2024.
Raihan itu menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Cempaka menitipkan harapan besar kepadanya.
Namun, perjalanan menuju kursi pimpinan DPRD tidak langsung mulus.
Baca Juga: Cerita Dira Setahun di Sekolah Rakyat, Belajar Banyak Hal Hingga Dipercaya Jadi Ketua OSIS
Baca Juga: Kisah Pilu Dewi Fitriani Disambar “Mobil Besar” Saat Menyapu Jalan, Tinggalkan Anak Peraih Beasiswa
Meski bukan sebagai peraih suara terbanyak, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera yang ditugaskan Partai Golkar untuk menduduki kursi ketua DPRD Banjarbaru.
Haji Iyal kemudian mengemban amanah sebagai Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru yang membidangi infrastruktur, perhubungan, lingkungan hidup, hingga kebencanaan.
Di posisi tersebut, ia aktif mengawal berbagai persoalan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Pengalaman memimpin Komisi III menjadi bekal penting sebelum akhirnya mendapat amanah yang lebih besar.