WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Sarwendah diduga melakukan pesugihan di Gunung Kawi, Jawa Timur.

Belakangan ini jagat hiburan Tanah Air dihebohkan oleh berbagai berita tentang Sarwendah dan kisruh rumah tangganya dengan mantan suaminya, Ruben Onsu.

Terbaru adalah kabar bahwa ia diduga melakukan pesugihan di Gunung Kawi demi mendongkrak kekayaan dan popularitasnya.

Kabar itu berembus setelah podcast tentang pengakuan seseorang yang mengaku sebagai mantan asisten seorang artis perempuan terkenal tayang di YouTube belum lama ini.

Kendati tak menyebut nama secara jelas, namun banyak warganet menduga kuat artis itu adalah Sarwendah dan suami sang artis yang juga disebut di podcast itu adalah Ruben Onsu.

Selain itu, ada juga video viral yang diunggah pengguna media sosial yang menceritakan keberadaan Sarwendah di Gunung Kawi.

Dalam video tersebut, seorang pria yang disebut adalah guru atau juru kunci di kawasan Gunung Kawi membeberkan deretan nama besar dari kalangan artis hingga pengusaha yang pernah berkunjung ke tempat tersebut, di antaranya adalah Sarwendah.

Pantauan Wartabanjar.com, Selasa (30/6/2026), Instagram pribadi ibu dua anak itu kini ramai dikunjungi warganet.

"Pesugihan gunung kawi," sebut warganet bernama tha***.

Ia rupanya menghapus sejumlah komentar hujatan dari warganet.

Tak hanya itu, ia juga mematikan kolom komentar di postingan terbaru.

"Komen yg julid di hapus2in guys," ujar na_***.

BACA JUGA: Sarwendah Datangi Polres Metro Jaksel, Mantan Ruben Onsu Laporkan Akun Media Sosial

BACA JUGA: Sarwendah Datangi KPAI, Serahkan Bukti Nafkah dari Ruben Onsu

Tanggapan Sarwendah

Gerah dengan kabar bahwa ia melakukan pesugihan di Gunung Kawi, Sarwendah melaporkan sejumlah akun media sosial yang menyebut ia melakukan pesugihan tersebut ke Polres Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026), dengan dugaan pencemaran nama baik.

Saat ditanya apakah benar kabar terkait tuduhan pesugihan Gunung Kawi itu, kuasa hukumnya, Korbinianus Molmen Nomer tak menjawab lebih jelas.

Korbinianus Molmen Nomer mengatakan laporan kliennya seputar akun-akun media sosial yang diduga telah mencemarkan nama baik dan fitnah.