Naiknya permukaan air laut karena gravitasi bulan dan matahari adalah penyebab alami utama banjir rob. Ketika pasang laut mencapai titik tertinggi—terutama saat bulan purnama atau perigee (jarak terdekat bulan ke bumi)—air laut bisa meluap ke daratan, terutama di daerah pesisir yang rendah.
b. Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Air Laut
Pemanasan global menyebabkan es di kutub mencair dan meningkatkan volume air laut secara keseluruhan. Akibatnya, permukaan laut naik secara bertahap dari tahun ke tahun. Kenaikan ini memperbesar risiko banjir rob, terutama di kota-kota pesisir yang padat penduduk dan minim perlindungan alami.
c. Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence)
Kegiatan manusia seperti penyedotan air tanah secara berlebihan menyebabkan tanah di wilayah pesisir perlahan-lahan tenggelam (subsiden). Ketika muka tanah turun lebih cepat dibanding naiknya air laut, risiko rob meningkat tajam. Jakarta Utara, misalnya, mengalami penurunan tanah hingga 10–20 cm per tahun di beberapa wilayah.
d. Hilangnya Sabuk Hijau Pesisir (Mangrove dan Vegetasi Pantai)
Penggundulan mangrove untuk tambak, permukiman, atau proyek reklamasi menghilangkan pelindung alami dari gelombang laut dan pasang tinggi. Tanpa vegetasi penahan, air laut lebih mudah menerobos daratan.
e. Pembangunan di Zona Rawan Rob
Banyak wilayah pesisir yang mengalami urbanisasi tanpa memperhatikan risiko banjir rob. Pembangunan permukiman, industri, atau pelabuhan di dataran rendah yang seharusnya menjadi zona penyangga memperbesar potensi terkena rob.







