WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa dinilai tak cukup hanya mengandalkan administrasi.

Aparatur desa juga dituntut mampu membangun komunikasi, berpenampilan baik, dan memberikan pelayanan yang mampu menghadirkan kepuasan bagi masyarakat.

Hal itu menjadi salah satu fokus dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelembagaan Desa dan Pemerintah Desa se-Kecamatan Martapura yang digelar di Novotel Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (27/6/2026).

Melalui kegiatan tersebut, aparatur desa dibekali materi public speaking, personal grooming, hingga pelayanan prima sebagai bekal saat melayani masyarakat.

Camat Martapura, Fahrian Rahman mengatakan, pelayanan di tingkat desa tidak hanya berbicara soal penyelesaian administrasi, tetapi juga menyangkut karakter aparatur sebagai pelayan masyarakat.

Baca Juga Dua Pencuri Batu Bara Ditangkap Personel Polres Banjar

BACA JUGA: Penemuan Mayat di Intan Sari Banjarbaru, Ditemukan Tergeletak Dalam Rumah

”Kegiatan ini memang untuk membentuk kepribadian dan bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam upaya mendorong penguatan kelembagaan itu sendiri,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Fahrian menilai, sistem pelayanan yang selama ini berjalan sudah cukup baik. Namun, kepuasan masyarakat tetap menjadi ukuran penting yang harus terus ditingkatkan.

”Selama ini mungkin pelayanannya sudah bagus dengan sistem yang ada. Tetapi kepuasan itu kan penilaian dari masyarakat,” katanya.

Ia berharap seluruh materi yang diberikan dalam bimtek dapat diterapkan aparatur desa ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

”Bagaimana membentuk jati diri selaku pemberi pelayanan untuk bisa seoptimal mungkin mengeksplor kemampuan dirinya sendiri,” ucap Fahrian.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, Hafizh Anshari. Peningkatan kapasitas aparatur desa, kata dia, menjadi salah satu upaya yang terus didorong.

”Kita selalu berupaya bagaimana meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa, baik pembakal, perangkat desa ataupun BPD,” ungkapnya.

Hafizh meyakini, peningkatan kapasitas aparatur perlu dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan prima agar tujuan pembangunan desa dapat tercapai.