Usai Kebakaran, Pimpinan Ponpes Nurul Iman Ma'had Ba'abud Banjarbaru Bersyukur Tak Hadapi Musibah Sendiri
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Musibah kebakaran yang melanda Pondok Pesantren Nurul Iman Ma'had Ba'abud pada Rabu (3/6/2026) lalu menyisakan cerita tersendiri bagi para pengasuh.
Di tengah cobaan itu, dukungan dari berbagai pihak membuat mereka merasa tidak menghadapi musibah seorang diri.
Perasaan itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman Ma'had Ba'abud, Habib Hasan bin Hasyim Ba'abud, usai menerima bantuan sosial dari Polres Banjarbaru dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Jumat (26/6/2026).
Habib Hasan mengaku bersyukur atas kepedulian yang terus mengalir sejak musibah kebakaran melanda pondok pesantrennya.
”Di saat kami ada musibah, ada orang-orang yang memberikan semangat seperti ini sehingga kami tidak merasa sendiri. Ini memberi harapan sekaligus membangkitkan rasa syukur,” ujarnya.
Menurut Habib Hasan, kepedulian yang ditunjukkan Polri menjadi bukti bahwa tugas mengayomi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat aksi nyata di tengah masyarakat.
Baca Juga: Kapolri Mutasi 1.121 Personel Polri, Termasuk di Lingkup Polda Kalsel, ini Rinciannya
”Hakikatnya kepolisian dan tokoh agama memiliki kesamaan, yakni mengayomi, melindungi, dan menjaga masyarakat. Nilai-nilai itu alhamdulillah bukan hanya disampaikan, tetapi juga diwujudkan,” katanya.
Di tengah proses pemulihan pascakebakaran, aktivitas belajar mengajar di Pondok Pesantren Nurul Iman Ma'had Ba'abud tetap berjalan meski harus menyesuaikan penggunaan sejumlah ruangan.
”Untuk sementara kami kondisikan. Lantai dua belum bisa dipakai, sehingga kegiatan belajar dilakukan di lantai dasar, termasuk memanfaatkan musala sebagai ruang belajar,” tuturnya.
Meski masih beradaptasi dengan kondisi tersebut, para santri yang menetap di pondok pesantren tetap menjalani aktivitas seperti biasa.
”Santri yang mukim tetap tinggal di asrama,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu