WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Sejumlah obat-obatan di Kabupaten Tabalong mengalami kenaikan harga sejak awal Juni 2026.

Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai tidak signifikan dan hanya terjadi pada beberapa jenis obat tertentu.

Kenaikan harga obat ini menjadi salah satu dampak meningkatnya biaya produksi serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kondisi tersebut juga mulai dirasakan di sejumlah apotek di Tabalong.

Apoteker Apotek Kiara Medika Pembataan, Muhammad Gazali Rahman, mengatakan penyesuaian harga mulai terjadi sejak awal Juni, namun kenaikan yang terjadi hanya berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per produk dan tidak berlaku pada seluruh jenis obat.

Menurutnya, salah satu produk yang mengalami kenaikan harga adalah paracetamol anak.

Meski demikian, stok obat di apotek masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau di sini ada kenaikan, cuma tidak signifikan. Paling ada beberapa obat saja yang naik seperti itu,” ujar Gazali, Sabtu (20/6/2026).

Sementara itu, kondisi berbeda ditemukan di Apotek Kimia Farma Mabuun.

Hingga pertengahan Juni 2026, pihak apotek mengaku belum menemukan adanya kenaikan harga pada obat-obatan yang dipasarkan.

Staf Apotek Kimia Farma Mabuun, Farida Ariani, menjelaskan hal itu karena produk yang dijual di apotek tersebut lebih banyak didominasi oleh obat-obatan paten yang belum terdampak kenaikan harga di pasaran.

BACA JUGA: Seleksi Gita Bahana Nusantara Berakhir, Empat Talenta Terbaik Siap Wakili Tabalong ke Tingkat Provinsi Kalsel

BACA JUGA: Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Muara Harus dan Poktan Harapan Tabalong Tanam Jagung di Lahan 1 Hektar

“Di apotek kami belum ada sebenarnya kenaikan harga. Mungkin di sini yang dijual lebih dominan obat-obatan paten,” jelas Farida.

Secara nasional, kenaikan harga obat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah serta meningkatnya harga minyak yang berdampak pada biaya produksi dan distribusi.

Meski demikian, pemerintah pusat memastikan kenaikan harga obat masih dalam batas terkendali, yakni berkisar 10 hingga 20 persen.