Manajemen Talenta ASN di Tabalong Meningkat, Pemkab Dorong Pelayanan Publik Lebih Berkualitas
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Program Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tabalong menunjukkan perkembangan positif.
Setelah melakukan monitoring dan evaluasi secara intensif ke seluruh wilayah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabalong mencatat banyak ASN berhasil meningkatkan nilai talenta mereka dalam waktu singkat.
Peningkatan tersebut diyakini tidak hanya berdampak pada pengembangan karier ASN, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik di Kabupaten Tabalong.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Tabalong, Chairunnisa, mengatakan pihaknya terus menggenjot implementasi Program Manajemen Talenta setelah penandatanganan persetujuan aplikasi di Badan Kepegawaian Negara (BKN) beberapa waktu lalu.
Menurutnya, monitoring dan evaluasi dilakukan secara langsung ke seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kecamatan, hingga puskesmas di Kabupaten Tabalong.
Pendampingan juga menjangkau tenaga pendidik melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
"Dari hasil monitoring dan evaluasi, banyak ASN yang sebelumnya berada di posisi bawah dalam sistem penilaian kini berhasil meningkatkan nilainya," ujar Chairunnisa, Rabu (17/6/2026).
Dalam sistem Manajemen Talenta, penilaian ASN menggunakan skala Box 1 hingga Box 9.
ASN yang berada di Box 7, 8, dan 9 akan masuk ke dalam akun Bupati Tabalong sebagai kandidat promosi jabatan.
Sebaliknya, ASN yang berada di Box 1 dinilai belum mampu melaksanakan tugas secara optimal, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Chairunnisa menegaskan, tujuan utama penerapan manajemen talenta bukan semata-mata untuk promosi jabatan, melainkan memastikan tersedianya ASN yang kompeten dan siap mengisi jabatan strategis.
BACA JUGA: 800 ASN Pemprov Kalsel Ikuti Penilaian CACT
"Tujuan utama dari penerapan manajemen talenta ini adalah untuk memastikan tersedia ASN di Tabalong yang kompeten untuk mengisi jabatan strategis, meningkatkan objektivitas dalam pengembangan karier, serta menciptakan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang transparan dan berbasis kompetensi," katanya.